31 Jul 2023

Manusia Diciptakan Dengan Karakter Pemenang

 Manusia Diciptakan Dengan Karakter Pemenang (Part 1) | Book Review: Menjadi Muslim Hebat-Part 15

Pengajian: Ustadz Oemar Mita

Tanggal: 17-05-22

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=cNVVe9FVe1w&t=1s

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

1.Manusia dalam pusaran ilmu itu terbagi ke dalam 4 kelompok. Yang pertama, dia tahu dirinya berilmu, maka dia beramal dan mendakwahkannya. Yang kedua, orang yang tidak mengetahui kalau dirinya berilmu, sehingga orang yang semacam ini harus dibangunkan dan disadarkan kalau dirinya orang yang berilmu. Yang ketiga, orang yang mengetahui dirinya bodoh, ia mengetahui kadar dirinya, lalu memecut dirinya untuk terus belajar dan mengkaji. Yang keempat adalah orang yang bodoh, tapi tidak sadar kalau dirinya bodoh. Dia malah sok tahu, sok pintar. Akhirnya ia menolak setiap nasihat. Kalau berbicara agama tidak pernah menakar dirinya, atas kebodohan yang ia miliki. Inilah seburuk-buruknya manusia. Kita memohon kepada Allah agar kita setidaknya masuk ke dalam kelompok ketiga, kedua, atau yang pertama. Kalau kita merasa bodoh, maka kita akan terus belajar dan terus menerima nasihat yang datang dari siapapun. Selama nasihat itu sesuai dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan sunnah rasulullah ﷺ.

2.Siapapun yang mendapatkan 3 hal dalam hidupnya yaitu rasa sehat, rasa aman, dan telah diberikan kecukupan untuk dikonsumsi, maka seakan-akan telah dikumpulkan seluruh dunia untuknya. Ada banyak saudara kita yang tidak diberikan rasa sehat ketika bangun di pagi hari. Ada yang diberikan sehat, tetapi tidak diberikan rasa aman. Contoh: Saudara kita di Palestina dan di daerah kaum muslimin lain yang masih bergejolak. Ada yang diberikan sehat, diberikan rasa aman, tetapi ia tidak mendapatkan harta yang cukup untuk dikonsumsi pada hari itu. Maka kita harus selalu bersyukur kepada Allah. 

3.Orang yang beriman, akan bersyukur atas segala hal. Karena ia tidak pernah kehabisan alasan untuk bersyukur. Apapun yang Allah berikan, itulah yang terbaik. Mungkin Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, tapi pasti Allah memberikan apa yang kita butuhkan pada kehidupan.

4.Dari proses penciptaan manusia, kita mengetahui bahwa karakter manusia itu bukan untuk menjadi pecundang. Tetapi dijadikan oleh Allah sebagai pemenang. Karena dari proses penciptaannya pun sudah memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Ia menjadi pemenang diantara jutaan bahkan milyaran sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang wanita, dan akhirnya menjadi janin yang dilahirkan. Filosofi untuk menjadi pemenang sudah didik oleh Agama Islam sejak pertama kali ia diciptakan. Makanya kita juga dididik terus oleh Allah untuk menjadi pemenang dan menjadi orang yang terhebat.

5.Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk kalau kita mau berdoa tentang surga, “Kalau kalian berdoa, meminta kepada Allah, maka mintalah Surga Firdaus yang paling tinggi.” Disini kita dididik kembali oleh Allah dan rasul-Nya. Bahkan ketika meminta, maka itu menunjukkan kualitas kita sebagai orang yang terhebat. Karena kita tidak meminta yang biasa, yang pinggiran, tapi minta surga yang paling tinggi.

6.Terkadang kita membaca filosofi yang berasal dari barat, membaca quotes dari ilmuan atau peneliti barat. Tapi kita justru melupakan bahwa tidak ada yang terhebat kecuali datang dari Allah. Hasil yang terbaik juga datang dari Allah dan Rasul-Nya.

7.Pembahasan menjadi muslim hebat sangat penting supaya tidak ada inferiority complex. Tidak ada perasaan minder dan rendah diri dalam kehidupan seorang mukmin. Seorang mukmin harus memiliki izzah. Kaum muslimin adalah kaum yang ditinggikan oleh Allah, jika betul-betul beriman.  

8.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang sanggup menandinggi ketinggian Islam yang telah ditinggikan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ. Yang menjadikan rendah itu karena kaum musliminnya. Ketika kaum muslimin tidak memiliki karakter hebat dan karakter pemenang di dalam kehidupan agama yang sudah ia dapatkan dari Allah. Inilah hidayah yang terbaik yang diberikan oleh Allah dalam kehidupan kita. Supaya kita menjadi orang yang terbaik pula di dalam agama yang telah Allah berikan dalam kehidupan kita.   

9.Kita perlu mempelajari bagaimana dengan mengelola kendali diri bisa memaksimalkan dan melesatkan potensi diri kita. Karena tidak akan mungkin kita bisa menjadi orang yang terhebat, kalau kita masih terbebani dengan kendala-kendala diri. PR internal ada di dalam diri kita. Maka kita harus berupaya untuk menyelesaikan satu per satu kendala diri kita. Musuh terbesar kita adalah diri kita.

10.Kita memiliki beberapa kekurangan, supaya Allah mengetahui siapa yang berusaha melewati satu per satu keterbatasan fisik dan kemampuannya untuk menuju kriteria yang diridhai oleh Allah. Orang yang terhambat pada kendala dirinya, maka ia tidak akan berhasil untuk melejitkan dirinya.

11.Salah satu kendala diri kita adalah suka overthinking atau under-estimate terhadap segala sesuatu. Dalam Syariat Islam kita diberitahu agar selalu positive thinking dalam melihat segala sesuatu. Kita juga diminta untuk membicarakan hal yang baik, karena ini akan menunjukkan optimisme. Hal yang baik itu akan diaminkan oleh para malaikat.

12.Kenapa Allah merahasiakan masa depan? Agar kita berprasangka yang baik, merencanakan yang terbaik, dan berdoa secara maksimal. Supaya kita optimis terhadap apa yang akan terjadi di kemudian hari.

13.Pada diri manusia itu terdapat sebuah penyakit yang menjadi musuh untuk meningkatkan kualitasnya.  Musuh itu adalah suka haus dengan pujian. Hal ini ada pada diri setiap manusia, kecuali orang yang diberikan rahmat oleh Allah. Contoh: Para rasul, para nabi, dan para sahabat Nabi Muhammad  yang telah mendapat janji akan dimasukkan ke surga. Padahal pujian ini berbahaya pada kehidupan kita, kalau menjadi obsesi dan tujuan dalam kehidupan kita.

14.Surat Ali Imran ayat 188: Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.

15.Dalam Surat Ali Imran ayat 188 diatas, Allah menyebutkan penyakit dasar pada manusia itu adalah suka dipuji. Kalau kita tidak berupaya untuk membebaskan diri kita dan bertekad kuat untuk membebaskan hati dan pikiran kita dari pujian manusia dan popularitas dari manusia, maka kita tidak akan pernah bisa mengembangkan potensi diri kita menjadi kebaikan. Karena kehebatan yang kita bangun dihadapan Allah tidak akan pernah terwujud selama fokus dan target yang kita inginkan itu bukan Allah, tetapi manusia.

16.Riya atau mencari pujian diantara manusia itu termasuk penyakit yang berbahaya dalam kehidupan kita. Penyakit ini begitu lembut, sangat halus, tidak terasa. Makanya Rasulullah  mengilustrasikan penyakit riya pada kehidupan hati manusia sebagaimana semut hitam, diatas batu hitam, ditengah kegelapan malam. Tentunya mata biasa tidak akan bisa melihatnya. Kita juga tidak akan bisa merasakannya, kecuali kita menduduki semut itu, dan semut itu menggigit kita, baru kita merasa kalau di situ ada semut. Penyakit riya ada pada setiap manusia. Ini dapat mengubur kualitas kehidupan manusia. Tidak akan pernah berkualitas apapun yang kita lakukan selama kita gagal menaklukan penyakit ini.

17.Mengapa penyakit riya dibenci oleh Syariat islam? Perkara yang dilarang oleh syariat itu artinya berbahaya untuk diri kita, kehidupan kita dan kesehatan kita. Mengapa riya dikatakann syirik kecil? Karena ia berbahaya sekali. Pastinya ada keburukan jika orang berbuat riya di dalam kehidupannya.

18.Kenapa kita dilarang untuk begadang? Walaupun ini bukan termasuk kategori haram, tapi makruh. Rasulullah bersabda, “Saya tidak suka berbicara banyak setelah Sholat Isya.” Nabi kalau setelah Sholat Isya hanya berbicara sebentar dengan para sahabat, lalu pulang ke rumah. Berbicara sebentar dengan istrinya, lalu beliau tidur. Setelah sekian ratus tahun barulah kita mengetahui kenapa Nabi Muhammad  tidak suka begadang setelah Sholat Isya. Ternyata berdasarkan hasil penelitian medis, orang yang suka begadang lebih rentan terkena penyakit serius dibandingkan orang yang disiplin tidur setelah Sholat Isya. Ketika kita tidur setelah Sholat Isya maka akan mengistirahatkan bagian dalam dari tubuh, karena pemilik tubuhnya sudah tidur. Jadi kesimpulannya tidak ada perkara yang dimakruhkan atau diharamkan dalam Agama Islam kecuali di dalamnya ada keburukan.

19.Kenapa mencari pujian dari manusia (riya) dimasukkan sebagai kesyirikan?

· Pertama, Orang yang ingin dipuji, ingin mendapatkan tepuk tangan dari manusia dan popularitas adalah orang yang paling terbebani di dalam hidupnya. Karena setiap jam, setiap menit dia hanya memikirkan cara untuk mendapatkan keridhaan dari manusia. Akhirnya hidupnya dari satu tepuk tangan ke tepuk tangan berikutnya, walaupun karena itu terkadang ia harus mengorbankan keluarganya. Lama-lama ini akan menggerogoti dan membuat jiwanya menjadi keropos. Contoh: Orang yang mengalami ganguan kejiwaan narsistik. Dampaknya secara psikis berat. Karena orang semacam ini tidak bisa menerima sebuah masukan dan kritikan. Karena yang ia inginkan pujian bukan kritikan dan masukan. Jadi ini dilarang karena akan menjadikan manusia itu rentan. Hidupnya terpenjara dengan yang diinginkan manusia lain. Padahal kita paham, dalam kehidupan ini kita tidak mungkin mendapatkan keridhaan dari seluruh manusia.

· Kedua, karena akan menggerogoti dan mengurangi kekuatan yang ada di dalam diri kita. Karena akhirnya kita tidak akan siap untuk mendapatkan kritikan. Makanya manusia berusaha terus untuk mendapatkan pujian dengan menghalalkan segala macam cara dalam hidupnya. Contoh: Kalau dia mau dipuji karena kecantikannya, maka ia akan berusaha dengan berbagai macam suntikan dan operasi plastik agar tetap cantik. Orang seperti ini hatinya keropos. Bisa jadi ia tersenyum diantara manusia, tapi dia menangis saat berada di kamar mandi.      

20.Imam Syafi’i berkata, “Kalau kamu hanya hidup untuk mendapatkan keridhaan manusia, maka akan sangat mustahil didapatkan.” Kita bisa saja dipuji oleh suatu kaum, tapi tidak dipuji oleh kaum yang lainnya, karena itulah sifat manusia.

21.Di beberapa negara ada orang yang bunuh diri karena hujatan. Padahal kalaulah kita memiliki kebesaran jiwa, bahwasanya hidup kita tidak akan lepas dari orang yang suka dan tidak suka, yang mem-bully kita, mungkin bisa jadi tingkat bunuh diri karena hujatan itu bisa berkurang atau diminimalisir. Jadi dibalik setiap pujian yang diberikan oleh manusia, ada hati yang keropos, baik dia sadari atau tidak disadari.

22.Kenapa kita diperintahkan untuk ikhlas dalam beribadah dan melakukan ketaatan? Bahkan salah satu inti dari hadits yang disampaikan oleh Nabi Muhammad  adalah untuk bisa ikhlas. Hal ini baru akan terjawab ketika kita mengetahui keburukan kalau hidup kita hanya untuk menanti pujian dari manusia. 

23.Ibnu Rajab mengatakan, ”Sesungguhnya haditsnya Nabi Muhammad  ada lebih dari 1 juta (mengacu kepada hadist yang dihafal oleh Imam Ahmad bin Hanbal). Dari 1 juta hadist itu, intinya ada 3. Pertama, segala amal tergantung dari niatnya. Yang kedua, hadits dari Aisyah RA. Bahwasanya amal itu tergantung dari ilmunya. Yang ketiga hadits dari An-Nukman bin Basyir. Yaitu tentang harta yang harus bersih dari yang haram dan syubhat. Yang hahal itu jelas dan yang haram itu jelas. Yang tidak jelas itu berada diantara yang halal dan haram.” Jadi inti hadits pada ketiga hal diatas, sepertiganya terletak pada niat.

24.Kenapa masalah niat itu penting? Karena itulah yang akan mengistirahatkan hati kita. Karena jika mengikuti perkataan manusia itu akan membuat kita lelah dan letih. Kita butuh istirahat. Istirahatnya itu ketika kita sudah menghadapkan hati, jiwa, dan pikiran kita hanyalah untuk mencari keridhaan Allah. Tepuk tangan manusia itu bisa membunuh kita jika tidak kita sadari, jika kita tidak berhati-hati. Makanya hal ini diantisipasi oleh Syariat Islam.

25.Jika kita hanya mengharap pujian dari manusia maka kita tidak akan mengejar kualitas dalam beribadah. Yang penting sudah mendapat pujian manusia, maka sudah merasa cukup. Makanya Allah mengingatkan dalam Surat Ali Imran ayat 188 diatas. Agar kita menelisik ke dalam diri kita. Apakah kita sudah berinteraksi pada hati kita untuk menyembuhkan penyakit hati untuk dipuji dan dilihat oleh orang lain? Padahal pada saat itu kita terpenjara.

26.Pujian manusia itu hanya sepanjang lidahnya. Sebesar apapun kita dipuji oleh manusia, lalu kita mengorbankan apapun untuk mengejar pujian manusia, maka kita harus ingat, bahwa pujian manusia itu tidak absolut, tidak mutlak. Bisa jadi kita sebenarnya itu tidak patut untuk dipuji. Bisa jadi kita tidak melakukan apa-apa, tapi orang lain menyangka kita yang melakukan hal itu, lalu kita dipuji, dan kita menikmati pujian untuk sesuatu yang tidak kita lakukan. 


Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim (Bagian 1)  | 

 Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim (Bagian 1) 

| Book Review: Menjadi Muslim Hebat

Pengajian: Ustadz Oemar Mita

Tanggal: 12 Juli 2022

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=yqnW15D60ns&t=1859s

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

1.Mendapatkan pemahaman yang benar adalah salah satu kenikmatan besar setelah kenikmatan Islam. Jadi jangan menganggap kenikmatan yang besar itu pada rumah kita, mobil kita, dan harta yang kita kumpulkan. Pemahaman yang benar adalah pemahaman sebagaimana yang dimiiki oleh Rasulullah  dan para sahabatnya. Maka kita memohon kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ agar diberi jalan ilmu sebagaimana ilmu yang ditunjukkan oleh Rasulullah . Ilmu pada dasarnya menjadikan yang bengkok menjadi lurus. Menjadikan yang keruh menjadi bening. Menjadikan yang buntu menjadi lapang. Permasalahan dalam kehidupan solusinya ada pada ilmu.

2.Allah tidak mengabulkan setiap keinginan kita karena tidak semua keinginan kita baik untuk kehidupan kita di akhirat nanti. Inilah yang menjadikan kita bersyukur. Dengan bersyukur maka kita akan semakin sederhana dalam memandang kehidupan. Bahwasanya Allah telah mencukupi semua kebutuhan kita, maka kita akan semakin menyederhanakan keinginan-keinginan dalam kehidupan kita.

3.Ustadz Oemar Mita pernah bertanya kepada gurunya, “Apa tanda dari seorang laki-laki yang bertanggung jawab? Gurunya menjawab, “Laki-laki yang bertanggungjawab itu cirinya banyak. Salah satunya adalah ketika mereka sederhana di dalam keinginan.” Inilah yang menjadikan kita bersyukur atas semua karunia dan anugerah yang Allah berikan kepada kita, supaya semakin sederhana keinginan kita.

4.Semakin sedikit keinginan yang kita milki, maka semakin lapang dan semakin mudah bagi kita meraih kebahagiaan. Jarak antara kita dengan kebahagiaan adalah sebatas pada barang yang belum kita dapatkan pada saat kita menginginkannya. Pada saat kita sederhana di dalam keinginan, maka hati kita akan menjadi tenang dan bahagia, serta merasa cukup dengan yang Allah berikan pada kehidupan kita.

5.Bagaimana cara menciptakan hati yang sederhana di dalam keinginan? Yaitu dengan semakin bersyukur. Semakin kita bersyukur, maka semakin sederhana dalam memiliki keinginan. Karena sumber kegelisahan itu dari keinginan. Semakin banyak keinginan, maka akan semakin tidak bisa memaknai setiap karunia yang sudah Allah berikan di dalam kehidupan kita.

6.Sesungguhnya hidup kita pasti cukup kalau hanya memenuhi kebutuhan, karena kebutuhan kita sudah dicukupi oleh Allah. Tapi kehidupan kita tidak akan pernah cukup kalau kita terlalu banyak memiliki keinginan. Dunia ini cukup untuk seluruh manusia dari Timur ke Barat, kalau yang dipenuhi hanya kebutuhan. Tetapi dunia ini tidak akan cukup untuk satu orang, kalau orang ini memiliki banyak keinginan.

7.Salah satu kewajiban iman kita kepada Allah adalah menjadi pribadi-pribadi yang di ridhai dan dicintai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ. Menjadi pribadi yang dicintai oleh Allah tidak hanya melulu dengan beribadah (melaksanakan sholat, sedekah, haji dan umrah), tapi juga dengan memiliki karakter-karakter keislaman yang bisa menjadikan kita istimewa di hadapan Allah.

8.Rasulullah ﷺ menyampaikan,“Allah itu senang kepada seorang hamba yang bertakwa dan selalu menyembunyikan amal ibadahnya.” Ini adalah orang yang memiliki karakter tidak suka show off terhadap ibadah dan ketaatan yang mereka lakukan. Pembentukan karakter di dalam keimanan itu adalah satu paket utuh dalam menerima keislaman dan keimanan. Banyak orang yang beribadah tetapi belum tentu ia dicintai dan di ridhai oleh Allah. Padahal pendidikan dari Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya menjadi sholeh dengan ketaatan dan ibadah yang kita lakukan, tetapi juga memiliki kerakter kuat yang diridhai oleh Allah.

9.Sifat dasar manusia itu malas, tidak memanfaatkan waktu, suka berpikiran yang buruk, suka memberi alasan dan berkilah atas apa yang seharusnya mereka kerjakan. Karakter-karakter ini Allah jadikan ada pada manusia dengan tujuan menjadi bahan ujian dari Allah. Siapa yang berusaha bersungguh-sungguh menyelesaikan satu per satu kendala yang ada pada dirinya, supaya mampu melejitkan potensi dirinya dihadapan Allah untuk kebaikan hidup dunia dan akhiratnya.

10.Kadang-kadang kita suka beralasan dengan kebaikan yang tidak jadi kita lakukanContoh: di Bulan Ramadhan tidak bisa membaca Al-Qur’an karena sudah sibuk dengan dakwah. Ada juga yang beralasan karena sudah banyak sedekah, sudah rajin sholat tarawih, maka ia tidak membaca Al-Qur’an. Padahal kita paham bahwa membaca Al-Qur’an adalah sebuah perkara besar yang agung. Karena Al-Qur’an diturunkan di Bulan Ramadhan. Manusia itu yang paling tahu bagaimana kelemahan dirinya, dan nafsu selalu membenarkan alasan yang kita lakukan ketika memperturutkan kendala-kendala yang ada pada diri kita.

11.Manusia itu memiliki karakter suka terburu-buru. Mereka tidak memahami bahwasanya dalam kehidupan itu memerlukan proses dan ikhtiar yang harus kita lakukan dan nikmati. Allah menciptakan langit dan bumi selama 6 hari. Padahal bagi Allah mudah untuk menciptakan langit dan bumi hanya dengan 1 kalimat Kun Fayakun, langsung jadi.

12.Imam Ibnu Katsir mengomentari ayat yang berbicara tentang hikmah ketika Allah menciptakan alam semesta dalam 6 hari. Beliau berkata, Allah mengajari kita dari penciptaan langit dan bumi selama 6 hari, bahwasanya kehidupan memerlukan sebuah proses. Kita harus menikmati proses dalam segala kegiatan apapun yang kita hadapi dalam jalan kehidupan kita. Dalam Surat Al-Isra ayat 11, Allah mengatakan bahwa manusia itu makhluk yang suka terburu-buru.

13.Surat Al-Isra ayat 11: Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

14.Kita seringkali tidak menyadari bahwa sifat terburu-buru inilah yang seringkali menjadi sumber dari banyak kerusakan dalam kehidupan kita. Contoh: Fenomena flexing untuk mendapatkan kekayaan secara instan. Ini menjadi pelajaran buat kita bahwa manusia tidak suka menikmati prosesnya. Padahal Allah menciptakan kehidupan ini dengan segala proses yang harus dilewati. Ketika manusia tidak mampu menangkap hikmah bahwa selalu ada proses yang harus kita lakukan dengan kesabaran, maka akan terjadi kerusakan di masyarakat dengan fenomena flexing untuk mendapatkan harta secara instan. Hal ini sudah diingatkan oleh Allah bahwasanya tergesa-gesa itu adalah bagian dari sifatnya setan.   

15.Kenapa Allah menjadikan wanita mengandung selama 9 bulan baru ia bisa melahirkan? Padahal Allah bisa memberikan penciptaan wanita yang langsung melahirkan anaknya. Bukankah nanti di surga juga ada wanita yang ingin hamil, lalu seketika dia hamil, tanpa merasakan sakit dan langsung melahirkan. Lalu anaknya langsung tumbuh besar. Dalam kehidupan di surga tidak ada proses, semua terjadi begitu saja, sesuai dengan keinginan kita. Hikmahnya adalah Allah tidak ingin manusia terburu-buru. Karena muara dari ketergesa-gesaan itu adalah kerusakan. Contoh: karena kita ingin mendapatkan daging ayam secara cepat, maka para peternak berlomba-lomba supaya ayamnya cepat tumbuh dan berkembang. Sehingga ayamnya di suntik zat kimia tertentu agar dagingnya banyak. Bahan makanan kita jadi mengandung banyak sekali bahan kimia. Bahan kimia itu masuk bersama dengan makanan instan dan makanan saji yang kita konsumsi. Hal ini menyebabkan turunnya kualitas kesehatan kita. Rasulullah  mengatakan.”Terburu-buru itu bagian dari pekerjaan setan.”

16.Banyak orang mengambil riba itu juga karena terburu-buru untuk memiliki sebuah benda/barang. Ia tidak sabar menunggu prosesnya. Akhirnya ia mengambil dengan cara yang diharamkan oleh Allah, yaitu dengan cara riba. Supaya rumah itu segera ia miliki, agar ia memiliki sertifikat rumah atas nama dirinya, walaupun dengan cara riba. Ketika seseorang mengambil riba, maka hidupnya akan diperangi oleh Allah dan rasul-Nya. Padahal jika ia mau bersabar, maka rumah itu nanti juga akan menjadi milik dia dengan cara yang halal. Contoh: Dengan cara menabung selama 15 tahun. Saat ia mau menabung maka akan ada suara-suara dari setan,”Kamu tidak akan bisa punya rumah kalau tidak mau ambil pinjaman riba.” Ini menyebabkan orang itu menjadi tidak yakin sama Allah. Padahal Allah Maha Penolong dan Maha Berkehendak. Yang membedakan adalah sikap kita untuk menikmati prosesnya. Kalau kita mendapatkannya dengan cara riba maka akan ada hitung-hitungan yang besar di sisi Allah ketika kita tidak sabar menunggu.

 

(Bersambung)

Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim

Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim  

| Book Review: Menjadi Muslim Hebat

Pengajian: Ustadz Oemar Mita

Tanggal: 12 Juli 2022

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=yqnW15D60ns&t=1859s

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

1.Ketergesa-gesaan itu sifat buruk karena dapat merusak berbagai sendi kehidupan kita. Makanya Allah itu meletakkan sesuatu ada waktunya masing-masing. Contoh: Zakat ditentukan ada haulnya selama 1 tahun. Hal ini mengajarkan kita untuk betul-betul menikmati proses.

2.Kenapa dakwahnya Rasulullah  baru dimenangkan Allah setelah lebih dari 21 tahun? Ini terjadi ketika Nabi Muhammad  akhirnya bisa menguasai Kota Mekkah. Kenapa Allah tidak memberikan pertolongan semenjak Nabi Muhammad  diutus menjadi nabi dan rasul? Padahal Allah bisa menurunkan 1 Malaikat Jibril untuk melumat seluruh penduduk Kota Mekkah. Itu hal yang gampang bagi Allah. Tapi Nabi Muhammad ﷺ harus melewati masa-masa susah di Makkah, sehingga akhirnya beliau hijrah ke Madinah. Lalu beliau melewati juga masa-masa berat di Madinah, sampai akhirnya beliau bisa kembali memasuki Kota Makkah dengan kemenangan. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa nikmat proses itu harus benar-benar kita berikan kepada kualitas kehidupan kita, ketika Allah menolong Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa semua itu butuh proses, tidak bisa instan sebagaimana kita membalikkan telapak tangan.  

3.Tidak akan pernah menjadi hebat seorang muslim kalau ia memiliki sifat suka terburu-buru untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Allah tidak suka orang yang terburu-buru. Doa kita akan dikabulkan oleh Allah, selama kita tidak terburu-buru. Sampai berdoa yang merupakan salah satu ibadah yang Allah cintai, tetapi kalau berdoa itu dilakukan dengan terburu-buru, maka tidak akan diberikan apapun oleh Allah untuk orang yang berdoa dalam kondisi terburu-buru.  

4.Rasulullah  bersabda, “Allah akan mengabulkan permintaan hamba-Nya, selama ia tidak minta secara terburu-buru.”

5.Orang yang hebat ketika menyelesaikan masalah internal dalam dirinya, maka ia harus mampu membuat dirinya menikmati proses dan waktu saat mengerjakan suatu kebaikan. Jadi tidak bisa semua yang kita inginkan itu langsung terwujud. Bahkan kebaikan pun tidak harus dilakukan dengan terburu-buru, walaupun itu sebuah ibadah. Ibadah harus dilaksanakan pada waktunya. Jadi tidak boleh dimajukan karena kita terburu-buru.

6.Ada sebuah kaidah yang terkenal, “Siapa pun yang terburu-buru pada sesuatu sebelum waktunya, maka akan dihukumi haram yang dikerjakannya.” Contoh: Orang yang seharusnya Sholat Dzuhur jam 12.00 tetapi dia Sholat Dzuhur jam 10, maka ibadahnya tidak akan diterima karena tidak sesuai waktunya. Salah satu kerusakan dakwah itu karena terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan tergesa-gesa dalam mengambil langkah. Akhirnya kemaslahatan itu tidak berpulang ke dakwah dan umat, tetapi justru menimbulkan kerusakan demi kerusakan karena ia terburu-buru. Dakwah kepada istri, suami dan anak juga butuh proses dan waktu.

7.Kita diajarkan oleh anggota tubuh kita bahwa semuanya butuh proses dan waktu. Contoh: Saat kita makan, maka akan butuh beberapa jam untuk diproses di usus. Setelah itu baru dapat diurai. Kalau proses penguraian makanan saja seperti ini, berarti inilah yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita. Nikmati waktu dan prosesnya. Supaya tidak terjadi kekacauan di dalam kehidupan kita. Kekacauan itu biasanya ditimbulkan oleh sifat terburu-buru.

8.Terkadang kita tergiur dan tergoda dengan cara instan. Contoh: Ketika marah kepada anak, pada saat itu anak kita memang mungkin langsung terdiam. Mungkin anak jadi tidak melanjutkan perbuatan nakalnya. Tapi akibat yang ditimbulkan dari itu adalah sel-sel otak anak bisa rusak kalau terlalu sering mendengarkan teriakan.

9.Nabi Muhammad  adalah seorang yang sangat menikmati proses. Saat beliau masih di Makkah, disakiti dan didzalimi, dimana satu per satu sahabatnya ada yang meregang nyawa, ketika dibunuh oleh para pembesar Suku Quraisy yang benci kepada dakwahnya Nabi Muhammad . Pada saat itu Umar bin Khattab berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ, “Bukankah kita berada di atas agama yang benar ya Rasulullah?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Kita memang berada di atas agama yang benar, tetapi kita diperintahkan untuk bersabar.” Nikmati saja dulu prosesnya. Jangan terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu. Kita harus bisa menahan diri daripada di terburu-buru.

10.Zina yang termasuk dosa besar itu juga karena terburu-buru. Dia belum mau menikah, tapi terburu-buru ingin merasakan nikmatnya. Akhirnya ia mengambil dengan cara yang haram, yaitu dengan berzina. Padahal nanti dia bisa mendapatkan kenikmatan itu, jika ia menikah. Tapi karena terburu-buru maka terjadilah zina. Kehidupan ini tidak akan bisa dikalahkan kalau kita tidak memiliki karakter tenang.

11.Saat kita mendatangi masjid untuk sholat saja tidak boleh terburu-buru. Rasulullah  bersabda, “Saat kamu mendatangi tempat sholat dan sudah mendengar suara iqamat, maka jangan mendatangi tempat sholat itu kecuali dalam kondisi sakinah (tenang).” Jadi tidak usah terburu-buru.

12.Saat membaca Al-Qur’an Rasulullah  pernah ditegur oleh Allah, “Jangan terburu-buru dalam membaca Al-Qur’an.” Membaca Al-Qur’an harus dalam kondisi tartil. Pada saat kita mendengar seseorang menghafal Al-Qur’an dalam kondisi terburu-buru, maka akan berbeda sekali dengan orang yang menghafal Al-Qur’an dalam kondisi tartil.

13.Sunnahnya bangun dari tidur sudah mengajarkan kita supaya menjadi orang yang tenang dan tidak terburu-buru. Saat bangun tidur itu kita disunnah kan untuk tidak langsung berdiri. Ibnu Abbas RA menyaksikan bahwa ketika bangun tidur itu Rasulullah  duduk dulu. Lalu melihat ke atas dan mengusap wajahnya dengan tenang dan tidak terburu-buru. Setelah itu beliau membaca 10 ayat terakhir dari Surat Ali Imran. Baru kemudian beliau bangkit berdiri dari tempat tidurnya. Kemudian beliau beribadah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ (menunaikan sholat tahajud).

14.Syeikh Ibrahim yang berkata ada 4 perkara buruk yang ada pada manusia:

· Bersikap tergesa-gesa atau terburu buru. Contoh: Terburu-buru dalam berdakwah. Terburu-buru dalam memiliki sesuatu.

·  Kagum pada diri sendiri.

·  Keras kepala.

·  Tamak.

15.Sifat terburu-buru itu akan menghasilkan penyesalan. Contoh: Saat kita terburu-buru memetik buah mangga sehingga mendapatkan buah yang asam luar biasa. Imam Ibnu Qayyim mengatakan bahwa sikap terburu-buru itu dari setan. Sikap gegabah dan sembrono ini akan menghalangi pelakunya dari makruf. Mendorong orang tersebut untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat. Akhirnya sikap terburu-buru ini menyebabkan berbagai macam kerusakan.

16.Salah satu yang mendasar dalam kehidupan kita itu adalah melatih sifat tenang. Tenang di dalam beribadah dan ketaatan. Tenang di dalam semua perkara-perkara kehidupan. Yang harus dinikmati itu adalah prosesnya. Kita bermohon kepada Allah supaya diberikan sifat tenang dalam segala pembawaan kita.

17.Rasulullah  bersabda, “Atta anni minallahi wal'ajalatu minasy syaithan.” Sifat tenang itu berasal dari Allah.  dan sifat terburu-buru itu terkoneksi kepada setan. Contoh: Orang yang tenang tidak akan terburu-buru menyikapi sebuah berita yang datang ke HP nya. Ia akan melakukan cross check kebenaran dari berita tersebut. Maka ia tidak akan menjadi bulan-bulanan orang lain.  Pada hari ini seringkali orang yang dengki kepada Agama Islam, mereka melemparkan suatu isu yang belum tentu benar. Lalu disebarkan lewat pesan berantai kepada kaum muslimin. Kemudian banyak kaum muslimin yang tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan dan sikap tanpa melalui proses tenang dan bersabar dalam menghadapi suatu isu itu. Ketika tidak ada ketenangan, maka kita akan menjadi reaktif, sehingga akan mendatangkan penyesalan. Hal ini akhirnya bisa menjadi boomerang yang berbalik kepada diri kita.

18.Kita harus bisa menikmati prosesnya. Contoh: Saat berdakwah dengan anak kita. Kalau belum bisa hari ini mungkin besok baru anak kita akan taat kepada Allah. Kalau tidak bisa besok, mungkin baru pekan depan. Kalau tidak bisa pekan depan, mungkin baru bulan depan. Mendakwahkan anak dan keluarga itu seperti menanam benih. Kita tidak tahu kapan benih itu akan tumbuh dan dapat kita petik panennya. Ada orang yang anaknya cepat mau mengikuti apa yang disampaikan oleh orang tuanya. Tapi ada banyak keluarga yang orang tuanya mendakwahi, tapi anaknya justru menjadi ujian. Anaknya skeptis dan tidak merespon dakwah dari orang tuanya. Tetapi setelah bertahun-tahun baru anaknya sadar.

19.Allah tidak pernah meminta hasil. Yang Allah lihat itu prosesnya. Hal ini mengajarkan kepada kita untuk menikmati proses dalam kehidupan kita. Contoh: Ada seorang anak yang baru bertaubat setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia baru tersadar apa yang menjadi tujuan hidupnya. Maka ia mulai memperbaiki kehidupannya. Sebenarnya inilah yang diharapkan oleh orang tuanya dulu (terutama ibunya) ketika masih hidup, agar anaknya mulai memperbaiki kualitas hidupnya. Ibunya memang tidak pernah melihat anaknya telah berubah, tapi dulu ibunya selalu menasehati anaknya supaya kembali kepada Allah. Anak itu baru kembali kepada Allah justru setelah ibunya meninggal dunia. Hikmah dari kisah nyata ini adalah kita disuruh Allah untuk menikmati proses. Dimana kita tidak akan pernah tahu kapan bisa panen dengan usaha kita. Ketika kita diberikan hati yang tenang oleh Allah dalam menikmati proses. Maka itu merupakan bagian dari sebuah kebaikan keimanan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang Allah kehendaki.

20.Tanamkan ke dalam pemikiran kita agar jangan terburu-buru. Dakwah tidak boleh terburu-buru. Kalau terburu-buru maka akan menempuh cara-cara yang haram. Contoh: Ada yang menggunakan cara kekerasan. Ada yang memvonis orang lain secara serampangan. Ada yang mengkambinghitamkan masyarakat terus. Yang disalahkan umat terus. Bukan dengan cara itu Allah memberikan pertolongan dalam dakwah kita.

21.Yakinlah jika memang rezeki kita, maka barang yang kita inginkan itu akan datang dalam kehidupan kita, selama kita mau bersabar dan menikmati prosesnya. Janganlah tergesa-gesa menjadi pembenaran dalam kehidupan kita untuk mengambil riba, berzina, dan menyalahkan keluarga ketika mereka tidak merespon omongan kita. Sifat terburu-buru sudah diingatkan berkali-kali oleh Allah di dalam Al-Qur’an dan hadits bahwa sikap terburu-buru adalah bisikan dari setan. Semoga Allah menyapih kita dari sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri kita, sehingga kita bisa mendapatkan keistimewaan karakter sebagai hamba yang beriman. 

Waktu Agar Dipercepat Sukses dan Bahagia

 

Waktu Agar Dipercepat Sukses dan Bahagia

Pengajian: Ustadz Adi Hidayat

Tanggal: 20-07-22

Sumberhttps://www.youtube.com/watch?v=pUI5_JNjK_w

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

  

1.Terkadang persoalan yang rumit di rumah tangga bisa selesai dengan senyuman ketika jembatannya dibangun. Makanya banyak persoalan yang tinggi itu terhempas diatas sajadah. Ketika sajadah dibentangkan lalu kita bersujud untuk beribadah, keluar air mata, lalu tuntas persoalan kita. Tapi tidak sedikit persoalan yang kecil menjadi membesar, karena kita banyak mainnya. Yang ditampilkan hanya kedudukan, harta benda, egosentris, dsb. Demikian juga dalam problem di kehidupan sosial, di dalam bisnis, dll. 

2.Kalau ada kata man dalam sebuah ayat, berarti ayat itu ditujukan bagi setiap hamba. Maka cara memahaminya, adalah ayat ini adalah buat saya. Kalau kita meningkatkan ketakwaan, maka Allah akan berikan solusi di semua aspek kehidupan. Bahkan untuk rezeki, karena rezeki itu tidak hanya uang dan pakaian. Keturunan, ketenangan, kenyamanan, itu semua adalah bentuk rezeki. Diberikan oleh Allah kemudahan, bahkan dari sisi yang tidak kita duga.

3.Surat Al-Baqarah ayat 282: ………………….  Dan bertakwalah kepada Allah; Allah mengajarmu; dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

4.Dalam Ayat diatas Allah berfirman bahwa jika kita meningkatkan takwa, maka Allah akan tambahkan pengetahuan. Itu adalah janji Allah. Karena itu orang di zaman dahulu tidak pernah mereka mulai belajar, sebelum meningkatkan sholat. Kalau kita ingin diberikan tambahan pengetahuan, sehingga bisa cepat dalam memahami sesuatu maka jaga 2 hal yaitu sholat dan Al-Qur’an. Ini yang dilakukan oleh orang di zaman dahulu. Jadi mereka meningkatkan sholatnya. Mulai dari kecil sudah menjaga sholatnya, terutama menjaga Sholat Subuh itu harus latihan dulu, karena ada banyak berkahnya. Sholat subuh paling banyak disaksikan oleh malaikat. Malaikat Malam dan Malaikat Siang yang kerjanya shift-shift-an itu menyertai saat kita sholat subuh. Hal ini terdapat di Surat Al-Isra ayat 78.

5.Surat Al-Isra ayat 78: Dirikan lah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikan lah pula shalat) subuh. Sesungguhnya shalat subuh itu disaksikan (oleh malaikat).

6.Nabi Muhammad ﷺ bersabda, “Sungguh malaikat yang bertugas di malam hari dan di siang hari itu menyaksikan semua bacaan-bacaan yang dilakukan di waktu subuh.” Karena itu orang di zaman dahulu, sebelum subuh itu sudah bersiap-siap. Saking berharganya waktu subuh itu, karena saat itu dimulainya pergerakan kehidupan, dimana karbon dioksida diserap dan oksigen dikeluarkan.

7.Surat At-Takwir ayat 18dan demi subuh, apabila fajar nya telah menyingsing.

8.Kalau subuh itu tiba, maka peredaran kehidupan itu dimulai, nafasnya dimulai. Matahari mulai muncul, bunga-bunga tumbuh berkembang, oksigen banyak keluar, makanya subuh itu mahal. Maka kita harus sudah bangun sebelum subuh. Satu jam sebelum subuh adalah waktu yang paling ideal untuk belajar. Saat itu pikiran kita jernih.

9.Surat Al-Muzzammil ayat 6: Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyu') dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.

10.Kalau kita bisa bangun di waktu malam, khususnya mendekati waktu subuh (di sepertiga malam terakhir). Pada saat itu sentuhannya ke jiwa menjadi kuat dan ke ingatan itu dahsyat. Hal ini juga bisa di cek dalam hasil riset yang dikeluarkan oleh orang Barat. Suasana yang paling menenangkan, meneduhkan. Membuat konstruksi berpikir sehat dan cepat memahami sesuatu itu menjelang subuh, dan kita punya ayatnya. Masalahnya diparktik kan atau tidak?

11.Kita diminta untuk Sholat Tahajud itu bukan hanya diminta untuk bangun malam, tapi juga supaya pintar, emosi kita stabil, tenang, dan dapat terkoneksi tinggi dengan Allah. Puncaknya agar kita bisa dapat solusi. Pengetahuan bertambah.

12.Surat Al-Baqarah ayat 189: …………. dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.

13.Kalau kita meningkatkan takwa kepada Allah maka kita akan cenderung bahagia. Oleh karena itu di dalam Surat Al-Baqarah ayat 21, di ujung ayatnya ditutup dengan kalimat takwa.

14.Surat Al-Baqarah ayat 21: Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelum mu, agar kamu bertakwa.

15.Surat Al-Baqarah ayat 21 di atas tersambung dengan Surat Az-Zariat ayat 56: Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.

16.Bukan hanya manusia, bahkan jin juga diminta untuk meningkatkan takwa agar hidupnya mudah.

 

Financial Mindset (Bagian 1)

Financial Mindset (Bagian 1)

Sharing: Ustadz Felix Siauw, Ustadz Weemar Aditya, Tsis

Tanggal: 31-03-2023

Sumber: YN Classroom

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

1.Kurang dan lebih itu sebenarnya bersifat immaterial daripada material. Kalau kita berbicara tentang kurang, maka orang banyak mengaitkannya dengan material. Contoh: Kurang makan, kurang minum, kurang uang. Demikian juga lebih itu bersifat immaterial dibandingkan material.

2.Kesulitan keuangan itu seperti kemarau pada tanaman. Jadi kalau kita mau membicarakan tentang kesulitan keuangan maka seperti kita berbicara tentang tanaman. Tanaman itu selalu melakukan adaptasi. Dia selalu melakukan penyesuaian karena kondisi-kondisi yang tidak ideal. Contoh: Kita sudah memiliki tanaman yang bagus dan tumbuh di tanah yang subur. Pada saat kita pindahkan ke suatu tempat, maka tanaman ini akan melakukan adaptasi. Adaptasi yang pertama dia akan menggugurkan daunnya. Dia juga akan mematikan sebagian besar sel-sel nya (menonaktifkan sel-sel nya). Sehingga kalau dilihat dalam pandangan mata orang, tanaman itu meranggas (daunnya hilang semua). Makanya tukang tanaman sebelum memindahkan pohon biasanya akan memotong daun-daunnya. Lalu ditanam di tempat yang baru. Di situ akan ada penyesuaian. Kalau kita belajar dari tanaman, maka dia akan mematikan diri, sebelum melakukan beberapa hal. Kalau pohon tidak merontokkan duannya, maka dia akan supply terus ke daun itu, dan ini akan mematikan dia sendiri, karena akan menghabiskan energinya dia. Maka dia harus memutus semua hal yang tidak perlu (shut down). Jadi daun di shut down, batang di shut down, dibiarkan kering. Tapi dia akan menyimpan energinya untuk melakukan sesuatu yang paling penting. Yaitu menumbuhkan akar. Hal ini sebenarnya sama dengan kondisi keuangan pada manusia. Karena keuangan itu sama kayak pohon.

3.Yang namanya finansial itu cuma 3. Ketiga hal ini harus dilakukan secara tertib, tidak boleh dibolak-balik.  Berikut 3 hal tersebut:

· Mengurangi pengeluaran. Hal ini harus dilakukan terlebih dahulu dan efeknya pasti instan. Maka setelah mengurangi pengeluaran, baru orang bisa berpikir untuk menambah pemasukan. Kalau ada orang yang kesulitan finansial, tapi yang dipikirkan pertama adalah apa yang bisa aku kerjakan, atau bisnis apa yang bisa aku lakukan supaya aku keluar dari kesulitan finansial. Ini pemikiran yang salah, karena kerjaannya pasti kacau. Ia akan panik, dan akhirnya akan terjebak lagiContoh: Jual motor untuk buka usaha. Justru usahanya akan bersifat panik. Karena dia belum mengurangi pengeluaran, tapi sudah berusaha untuk menambah pemasukan. 

·  Menambah pemasukan.

· Melibatkan eksternalPihak ekstrenal ini bisa dengan cara pinjam atau hibah.

4.Jack Ma berkata, “Jangan pernah mengajak usaha orang yang butuh duit.“ Karena orang yang butuh duit (BU) itu panik. Akhirnya apa yang ia lakukan itu tidak cerdas dan besar kemungkinan orang ini akan menipu. Karena BU dia tidak berpikir secara normal.

5.Law of Diminishing Marginal UtilityKehidupan kita sekarang dibombardir habis dengan yang namanya kepuasan materi. Seolah-olah seseorang itu dikatakan bahagia kalau punya materi. Orang mencari bahagia (pursuit of happiness). Sebenarnya bahagia itu di dunia hanya ilusi. Lebih tepatnya orang bukan mencari kebahagiaan di dunia, tapi sebenarnya orang mencari kenyamanan dan ketenangan di dalam hidup. Untuk menggambarkan Law of Diminishing Marginal Utility kita bisa mengambil contoh berbuka puasa dengan mie ayam yang enak sekali. Tapi kalau kita sudah makan mie ayam di mangkok yang kedua, maka kenikmatannya akan berkurang. Kalau kenikmatan makan mie  ayam di mangkok yang pertama rasanya 100, maka kenikmatan mie ayam di mangkok yang kedua tinggal 90, mangkok ketiga tinggal 40, dan di mangkok yang keempat sudah tinggal 0. Saat makan mie ayam di mangkok yang kelima kenikmatannya sudah minus. Padahal di awal-awal makan mie ayam ini enak banget. Ini sama dengan saat kita berbuka puasa. Pada saat kita punya banyak makanan, maka kebahagiaan itu saat kita merasa semua makanan itu bisa kita makan, di jam 17.00. Demikian juga saat kita minum es jerus saat kita buka puasa.

6.Kenikmatan itu semakin berkurang seiring dengan bertambahnya konsumsi. Tidak ada kebahagiaan yang hakiki di dunia ini. Pasti akan mentok, dan kemudian turun. Segala sesuatu itu fana. Termasuk kepuasan itu juga adalah sesuatu yang fana. Oleh karena itu bahagia itu bukan ada pada materi. Kalau ada orang yang masih menganggap kebahagiaan itu ada pada materi. Maka di situ lah letak dia akan sengsara. Karena ada satu titik materi itu benar-benar tidak ada lagi rasanya bagi kita. Jadi sudah kayak kebal/baal. Kita tidak lagi bisa merasa.

7.Ketika seseorang terus menerus mengkonsumsi sesuatu maka dia akan resisten. Sesuatu yang pada awalnya enak, jadi tidak enak. Kalau awalnya dia puas, maka jadi tidak puas. Ini seperti kasusnya Il-Nam dalam Film Squid Game. Dia merasa tidak bisa menikmati apa-apa lagi. Contoh: Pada saat Ustadz Felix gajinya masih 1 juta/bulan, makan nasi Hainan seharga 50 ribu di restoran rasanya sudah enak sekali. Tetapi saat gajinya naik jadi 3 juta per bulan, saat makan makanan yang sama jadi kurang terasa enaknya. Maka kalau kita merasa bahagia itu ada pada materi, maka disitu kita akan merasakan masalah (problem).

8.Dunia ini membuat kita tertarik dan terikat pada materiContoh: Orang Amerika setiap hari terekspose 4,000-10.000 iklan (ads) per hari. Jadi ada banyak sekali kapitalis di luar sana yang tugasnya menciptakan kebutuhan yang sebenarnya bukan kebutuhan. Seolah-olah berkata seandainya kita tidak memenuhi diri kita dengan produk-produk yang ini, berarti kita tidak bahagia. jadi kita dipaksa konsumtif. Dalam ekonomi kapitalis, salah satu faktor yang bisa meninggikan ekonomi itu adalah konsumsi dan produksi yang tinggi. Mereka tidak peduli kita perlu atau tidak. Yang penting harus dijual. Harus ada produksi dan konsumsi yang tinggi agar ekonomi bergerak. Mereka akan mengatakan bahwa kalau kita tidak punya produk mereka, maka kita tidak akan bahagia.

9.Bahagia adalah jarak antara keinginan yang mereka ciptakan dengan kenyataan yang bisa kita penuhi. Maka kalau kita punya keinginan dan tidak bisa kita penuhi, maka seolah-olah kita tidak bahagia. Contoh: HP Ustadz Felix dulu tahun 2019 adalah Samsung S-10E dan sudah dipakai selama 4 tahun. Hidup Ustadz Felix saat itu baik-baik saja, sampai ada Tsis yang memberitahu tentang IPhone yang dia miliki. Ustadz Felix jadi merasa hidupnya kurang, tidak sempurna, tidak bahagia. Iklan-iklan ini menghampiri kita dan mengatakan bahwa kita tidak bahagia. Tugas dari iklan adalah menjadikan keinginan menjadi sebuah keperluan.

10.Jebakan yang terjadi pada orang-orang itu adalah ketika kapitalisme atau pasar ini berhasil menjadikan setiap keinginan (wants) menjadi kebutuhan (needs)Jadi setiap keinginan menjadi sebuah keperluan atau kebutuhan. Padahal itu hanya keinginan yang kalau tidak dipenuhi juga tidak apa-apa. Contoh: Orang merasa dia harus pakai MacBook. Kalau tidak pakai MacBook maka dia tidak eksis, dianggap tidak profesional. Orang merasa harus pakai iPhone. Kalau tidak pakai iPhone dia ketinggalan (FOMO). Needs VS Wants ini perlu benar-benar kita pahami. Needs adalah satu hal, sedangkan wants ini adalah hal yang berbeda. Needs itu kalau tidak dipenuhi bisa mati. Kalau wants tidak dipenuhi, tidak apa-apa.

11.Yang perlu kita lakukan adalah mendetoks pikiran kita agar needs dan wants ini kembali terpisah. Masalahnya bagaimana caranya? Terkadang orang itu seperti tidak tahu diri. Sebenarnya ia tidak perlu sampai di titik itu, misalnya sampai harus punya iPhone, karena iPhone ini mahal sekali. IPhone ini lebih ke nilai simbol, tapi nilai gunanya mungkin tidak sebanyak itu. Nilai estetikanya juga mungkin tidak sebanyak itu. Tapi yang paling besar nilai simbol Apple-nya. Sama dengan apakah semua orang harus memiliki MacBook Pro? Apakah semua orang harus beli mobil? Apakah semua orang harus belil motor? Seringkali kita terjebak antara needs dangan wants. Seolah-olah dia harus memiliki sesuatu yang padahal sebenarnya tidak.  

12.Jim Carrey berkata, “Saya berdoa seandainya semua orang itu jadi kaya. Biar mereka paham bahwasanya kekayaan itu tidak membuat mereka bahagia.” Batasnya kaya itu ya segitu. Ternyata hidup itu sawang sinawang. Batasnya yang bisa dibeli dengan uang itu ya segitu saja. Masalahnya ada orang yang tidak punya, tapi keinginannya lebih besar dari orang-orang yang sudah punya. Akhirnya keinginan itu yang “membunuh” mereka. Karena mereka berusaha untuk memenuhi sesuatu yang sebenarnya tidak bisa mereka penuhi.

13.Marketplace membuat sesuatu yang sebenarnya wants menjadi needsSehingga marketplace akan memudahkan segala sesuatu menjadi needs. Apalagi nanti kalau sudah eranya Artificial Intelligence (AI). Kita sedang ngobrol saja, nanti bisa tiba-tiba muncul notifikasinya, bahkan berikut skema cicilannya. Saat ini di marketplace kita bukan hanya bisa follow toko tapi juga tokoh atau influencer. Jadi kita bisa tahu tokoh atau influencer yang kita follow pakai brand apa. Berapa kali kita check out barang yang sebenarnya tidak kita perlukan. Kita jadi impulsive buying.

14.Kita seringkali merasa bahwa itu sebuah needs yang diverifikasi dan dilegitimasi bahwa itu untuk keperluan kebaikan (dakwah). Padahal itu sebenarnya bukan needs kita, tapi sekedar wants kita. Wants-nya juga tidak terlalu penting. Tapi jadi panic bayingimpulsive. Kita merasa perlu padahal kita tidak perlu. Bayangkan apa yang terjadi pada anak zaman sekarang yang tidak punya financial mindset yang benar, punya uang banyak, dan dimudahkan dengan adanya marketplace. Mereka jadi bebas mau beli apapun. Pikirannya jadi tidak make sense lagi. Mereka terkadang bahkan membeli barang yang tidak mereka mau. Cuma karena merasa penasaran saja sama barang itu. Kalau zaman dahulu masih ada Batasan, karena mungkin kita tidak tahu barangnya ada dimana. Contoh: Saat ke toko buku kita hanya bisa beli produk yang ada di sana. Tapi sekarang semua terbuka (open), no borderborderless.

15.Kalau kita mau bicara tentang financial mindset, maka pertama tentukan cukup kita. Kalau kita tahu cukup kita itu dimana, maka kita punya syukur. Syukur itu muncul ketika kita sudah menentukan cukup kita berapa. Maka bagi orang-orang yang secara fiannsial sulit, pertanyaan pertama adalah, “Menurut kamu, cukupnya berapa per bulan.” Jadi semua dipangkas (seperti daun di pohon tadi), lalu tentukan cukupnya berapa. Contoh: 1 bulan cukup dengan uang 1.5 juta. Maka setiap kita mendapatkan uang diluar 1.5 juta, maka kita akan bersyukur. Syukur itu nanti yang akan menjadikan bahagia. Karena syukur itu yang akan membuat kita tenang. Konsep syukur itu immaterial, bukan perkara-perkara yang material. Bahkan kalau ada orang yang sudah menetapkan bahwa cukupnya itu asal bisa makan dan tidur dan tidak perlu dipatok 1.5 juta per bulan, maka dia sudah bisa bersyukur.

16.Rasulullah  bersabda, “Kalau seseorang sudah punya makanan dan tempat tidur di malam hari, maka dia sudah dianggap orang-orang yang dicukupi oleh Allah, dan dia harus menjadi seorang hamba yang bersyukur.” Pertanyaannya apa yang kita cari di dunia ini sebenarnya? Karena visi kita akan sangat menentukan saat kita berada dalam kondisi yang seperti itu. Orang yang terombang-ambing adalah mereka yang tidak tahu hidupnya mau dibawa kemana. Sehingga melihat apapun jadi kepengen. Dia tidak tahu ini sesuai dengan yang kita tuju atau tidak. Semakin banyak kita melihat iklan (advertising), maka semakin kita akan tersiksa hidup di dunia. Jadi cukupnya kita itu dimana? Kalau kita masih punya barang dan itu cukup, maka untuk apa kita beli barang yang baru. Tapi kita senantiasa tersiksa dengan perasaan bahwa kita perlu barang itu. Kalau kita punya barang itu pasti lebih bahagia. Ini adalah masalah (problem) yang kita hadapi saat ini. 

17.Kalau itu memang kebutuhan kita sebenarnya tidak perlu dipikirin, nanti tiba-tiba bisa datang saja barangnya. Kita bisa dapat barang itu dengan less effort. Jadi tidak perlu menghabiskan banyak pikiran kita. Kalau keinginan justru akan banyak effort karena kita memikirkan bagaimana cara mendapatkannya. Ini akan jadi toxic. Kita jadi mikir, nunggu, harus nabung berapa lama.

(Bersambung)