Postingan

perbedaan optimisme dengan toxic positivity.

Optimisme itu berbeda dengan toxic positivity. Rasa optimisme ini akhirnya membawa Nabi Yakub bertemu kembali dengan putranya. Bahwa setiap kita pasti butuh ditolong sama Allah. Istilah sebutannya dengan prophetic optimism. Bagaimana kalimat-kalimat baik ini bisa menumbuhkan optimisme bukan hanya pada diri sendiri tapi juga pada orang-orang di sekitar kita.Optimisme dalam pikiran dulu. Contoh, misalkan kita mau bangun rumah. Mulai dari mana? Mulai dari kreasi mental dulu. Kita buat rancangan dalam pikiran, kemudian baru setelah itu dituangkan ke dalam gambar, mungkin lewat jasa arsitek atau gambar sederhana. Dan ketika kreasi mental ini terjadi, bahkan kita enggak perlu ada sumber daya pendukung apapun secara fisik. Misalkan, ketika seseorang punya impian, ini bukan tentang uang, bukan tentang relasi, dukungan pihak lain, bukan. Mulai aja dengan niat, dan niat itu adalah kreasi mental, keyakinan, optimisme. Dan kemudian kreasi mental itu terucap dalam sebuah kalimat. Keyakinan itu adal...

Pusaran Desir Cinta Insan Manusia

  Pusaran Desir Cinta Insan Manusia | Me & My Half Dien - Day 2 Pengajian : Ustadz Oemar Mita Tanggal 15-12-23 Sumber:  Mosfeed Premium بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ   *Cinta itu seperti pohon ,  apabila rajin disiram dia akan tumbuh begitu kuat, mengakar pada jiwa .*   1.  Dalam kehidupan ada banyak hal yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi kita . Terkadang takdir seperti cuaca yang tidak bisa kita prediksi 100%. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk jatuh hati dengan kadar yang sama dengan hati kita. Ini agar kita bisa menyiapkan hati dengan berbagai kondisi yang terkadang tidak sesuai dengan harapan kita, sehingga tidak frustasi dan depresi. Banyak orang yang tidak siap menerima konsep takdir ketika cintanya tidak terbalaskan. Padahal ini salah satu kenyataan yang harus kita dalami. Kita harus bisa menghadirkan pada pikiran dan hati kita bahwa cinta itu terkadang frekuensi dan nadanya tidak seirama dengan frekuensi da...

Tentang Hati yang Harus Dijaga

 Tentang Hati yang Harus Dijaga | Me & My Half Dien - Day 3 Pengajian : Ustadz Oemar Mita Tanggal 16-12-23 Sumber: Mosfeed Premium بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ   1. Meluruskan niat. Dorongan kita untuk menikah yang pertama itu bukan karena rasa cinta, tetapi pernikahan itu adalah ibadah yang kita berikan kepada Allah. Terkadang Allah memberikan ujian dalam pernikahan kita. Menikah karena hal ini merupakan ibadah kita kepada Allah, saat ini sudah mulai luntur. Hal ini karena masalah fisik dan materi adalah yang lebih menjadi pertimbangan bagi sebagian orang ketika akan menikah. Orang yang menikah karena paras, maka dia akan dihinakan dengan apa yang dia inginkan. Orang yang menikah karena harta, maka dia akan disiksa dengan kekurangan yang tidak ada ujungnya. Syarat pertama dari pernikahan adalah untuk mendapatkan keridhaan dari Allah. Inilah energi terbesar pada kehidupan kedua insan dalam menjalani kehidupan berumah ...

Tentang hati yang ridho

Kisah 1; "Allah aku adalah seorang musafir tanpa ayah dan ibu, seorang yatim piatu, dan budak, aku telah terjatuh dan terluka, meskipun demikian aku tidak bersedih hati oleh kejadian ini, hanya aku ingin sekali ridhoMu.." Rabiatul adawiyah Kisah 2 bercerita tentang seorang ulama yang jatuh dan mengalami luka, tetapi beliau tetap bersyukur dengan mengucapkan "Alhamdulillah" karena beliau tahu bahwa selama Allah ridho dan tidak marah, dan Allah mengampuni dosa-dosanya, maka dia akan menerimanya dengan lapang dada.  Kisah 3 menceritakan pengalaman Rasulullah di kota Thaif, di mana beliau SAW dihadapkan pada banyak kesulitan dan penolakan dari penduduk kota tersebut. Meskipun mengalami kesulitan, Rasulullah tetap tabah dan bersabar karena beliau SAW tahu bahwa segala yang beliau SAW alami akan menjadi sebab untuk diridhoi oleh Allah. Bahwa Apapun masalah hidup, sejatinya bukan masalah Masalah sejati adalah apakah Allah ridho atau tidak

The women and her feeling

 Dear Diary, Today, I find myself grappling with the constant battle of worries and anxieties that seem to overwhelm me at every step. Despite trying to convince myself that things will be okay, the worries persist and fight for attention within me. It's an ongoing struggle, and I still worry about so many things. When worries appear in my life, I attempt to learn how to let them go and not let them consume me entirely. I remind myself that no human is perfect and immune to mistakes or sins. I try my best to do what I can and put in my utmost effort, even if others don't fully understand my struggles or efforts. It can be disheartening when others view me with a lack of appreciation, but I understand that it's a human tendency, and I need to accept that. Hi, me, it's okay to be human. Only you truly know the extent of your efforts and how much you try your best. Remember, as long as you have your faith and trust in God, everything will be okay. Do your best, and l...

Forgive to Forget

  Forgive to Forget  (Bagian 1) Pengajian: Ustadz Hafidz Abdurrahman, Ustadz Felix Siauw, Ustadz Weemar Aditya Tanggal: 11-06-2023 Sumber :   https://www.youtube.com/watch?v=AeJLCSjs7HM&t=1816s بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ   1.    Forgive to forget . Kalau kita tidak mamaafkan, maka tidak bisa melupakan, karena masih punya dendam. Kalau kita tidak pernah bisa memaafkan seseorang, maka kita tidak akan bisa melupakan hal-hal buruk yang negatif. Banyak orang yang mengatakan, “Dia minta maaf, lalu  gue maafin gitu ?” Padahal kalau kita tidak memaafkan, yang rugi itu kita, karena ada dendam yang tersimpan. Ternyata di dalam  forgive  dan  forget  itu ada  give  dan  get . Kalau kita mau mendapatkan, maka kita harus memberi dulu, dimana ada keikhlasan disitu. Inti daripada  forgive  dan  forget  itu adalah keikhlasan. Kalau orang yang bilang sudah  forgive  tapi be...