Sacrifice Is an Expression of Love. Victimhood Is When Sacrifice Becomes Your Identity
"Love should make you grow, not disappear." Ada satu narasi yang diam-diam diwariskan kepada banyak perempuan. Bahwa semakin banyak seorang ibu kehilangan, semakin mulia cintanya. Ia kehilangan waktu. Ia kehilangan tidur. Ia kehilangan kesempatan. Ia kehilangan ruang untuk dirinya sendiri. Lalu, perlahan... ia kehilangan identitasnya. Ironisnya, kehilangan itu sering kali dirayakan. Seolah seorang perempuan baru pantas disebut ibu yang baik ketika ia habis. "Some sacrifices deserve applause. Losing yourself never does." Padahal aku percaya, setiap cinta memang membutuhkan pengorbanan. Rumah tangga membutuhkannya. Menuntut ilmu membutuhkannya. Merawat mimpi membutuhkannya. Dan menjadi ibu... tentu juga demikian. Love always costs something. Namun ada satu hal yang sering tertukar. Pengorbanan adalah bagian dari ikhtiar seorang hamba. Ikhlas membuat pengorbanan terasa ringan. Sedangkan merasa diri terus-menerus sebagai korban membuat setiap pengor...