Sacrifice Is a Choice. Victimhood Is a Mindset.
"Love should make you grow, not disappear." Ada narasi yang diam-diam diwariskan kepada banyak perempuan. Bahwa semakin banyak seorang ibu kehilangan, semakin layak ia disebut ibu yang baik. Waktu, Karier, Pertemanan. Lalu, perlahan... dirinya sendiri. Yang membuatku merenung, kehilangan itu sering kali dirayakan. Seolah perempuan baru pantas disebut hebat ketika ia habis. "Some sacrifices deserve applause. Losing yourself never does." Padahal setiap cinta memang membutuhkan pengorbanan. Namun pengorbanan tidak sama dengan menjadi korban. Berkorban adalah pilihan. Mental korban adalah identitas. "Sacrifice is a choice. Victimhood is a mindset." Aku ingin anakku tahu bahwa aku memilihnya. Dengan sadar. Dengan cinta. Bukan dengan penyesalan. Karena cinta yang sehat tidak pernah membuat orang yang dicintai merasa berutang. "Love doesn't keep score." Lalu aku menyadari... Anakku adalah karyaku. Namun ia bukan milikku. Ia adalah manusia yang sedan...