Tampilkan postingan dengan label The best version of yourself. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The best version of yourself. Tampilkan semua postingan

31 Jul 2023

Manusia Diciptakan Dengan Karakter Pemenang

 Manusia Diciptakan Dengan Karakter Pemenang (Part 1) | Book Review: Menjadi Muslim Hebat-Part 15

Pengajian: Ustadz Oemar Mita

Tanggal: 17-05-22

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=cNVVe9FVe1w&t=1s

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

1.Manusia dalam pusaran ilmu itu terbagi ke dalam 4 kelompok. Yang pertama, dia tahu dirinya berilmu, maka dia beramal dan mendakwahkannya. Yang kedua, orang yang tidak mengetahui kalau dirinya berilmu, sehingga orang yang semacam ini harus dibangunkan dan disadarkan kalau dirinya orang yang berilmu. Yang ketiga, orang yang mengetahui dirinya bodoh, ia mengetahui kadar dirinya, lalu memecut dirinya untuk terus belajar dan mengkaji. Yang keempat adalah orang yang bodoh, tapi tidak sadar kalau dirinya bodoh. Dia malah sok tahu, sok pintar. Akhirnya ia menolak setiap nasihat. Kalau berbicara agama tidak pernah menakar dirinya, atas kebodohan yang ia miliki. Inilah seburuk-buruknya manusia. Kita memohon kepada Allah agar kita setidaknya masuk ke dalam kelompok ketiga, kedua, atau yang pertama. Kalau kita merasa bodoh, maka kita akan terus belajar dan terus menerima nasihat yang datang dari siapapun. Selama nasihat itu sesuai dengan petunjuk dari Al-Qur’an dan sunnah rasulullah ﷺ.

2.Siapapun yang mendapatkan 3 hal dalam hidupnya yaitu rasa sehat, rasa aman, dan telah diberikan kecukupan untuk dikonsumsi, maka seakan-akan telah dikumpulkan seluruh dunia untuknya. Ada banyak saudara kita yang tidak diberikan rasa sehat ketika bangun di pagi hari. Ada yang diberikan sehat, tetapi tidak diberikan rasa aman. Contoh: Saudara kita di Palestina dan di daerah kaum muslimin lain yang masih bergejolak. Ada yang diberikan sehat, diberikan rasa aman, tetapi ia tidak mendapatkan harta yang cukup untuk dikonsumsi pada hari itu. Maka kita harus selalu bersyukur kepada Allah. 

3.Orang yang beriman, akan bersyukur atas segala hal. Karena ia tidak pernah kehabisan alasan untuk bersyukur. Apapun yang Allah berikan, itulah yang terbaik. Mungkin Allah tidak memberikan apa yang kita inginkan, tapi pasti Allah memberikan apa yang kita butuhkan pada kehidupan.

4.Dari proses penciptaan manusia, kita mengetahui bahwa karakter manusia itu bukan untuk menjadi pecundang. Tetapi dijadikan oleh Allah sebagai pemenang. Karena dari proses penciptaannya pun sudah memiliki makna filosofis yang sangat dalam. Ia menjadi pemenang diantara jutaan bahkan milyaran sel sperma yang masuk ke dalam rahim seorang wanita, dan akhirnya menjadi janin yang dilahirkan. Filosofi untuk menjadi pemenang sudah didik oleh Agama Islam sejak pertama kali ia diciptakan. Makanya kita juga dididik terus oleh Allah untuk menjadi pemenang dan menjadi orang yang terhebat.

5.Rasulullah ﷺ memberikan petunjuk kalau kita mau berdoa tentang surga, “Kalau kalian berdoa, meminta kepada Allah, maka mintalah Surga Firdaus yang paling tinggi.” Disini kita dididik kembali oleh Allah dan rasul-Nya. Bahkan ketika meminta, maka itu menunjukkan kualitas kita sebagai orang yang terhebat. Karena kita tidak meminta yang biasa, yang pinggiran, tapi minta surga yang paling tinggi.

6.Terkadang kita membaca filosofi yang berasal dari barat, membaca quotes dari ilmuan atau peneliti barat. Tapi kita justru melupakan bahwa tidak ada yang terhebat kecuali datang dari Allah. Hasil yang terbaik juga datang dari Allah dan Rasul-Nya.

7.Pembahasan menjadi muslim hebat sangat penting supaya tidak ada inferiority complex. Tidak ada perasaan minder dan rendah diri dalam kehidupan seorang mukmin. Seorang mukmin harus memiliki izzah. Kaum muslimin adalah kaum yang ditinggikan oleh Allah, jika betul-betul beriman.  

8.Rasulullah ﷺ bersabda bahwa Islam itu tinggi dan tidak ada yang sanggup menandinggi ketinggian Islam yang telah ditinggikan oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ. Yang menjadikan rendah itu karena kaum musliminnya. Ketika kaum muslimin tidak memiliki karakter hebat dan karakter pemenang di dalam kehidupan agama yang sudah ia dapatkan dari Allah. Inilah hidayah yang terbaik yang diberikan oleh Allah dalam kehidupan kita. Supaya kita menjadi orang yang terbaik pula di dalam agama yang telah Allah berikan dalam kehidupan kita.   

9.Kita perlu mempelajari bagaimana dengan mengelola kendali diri bisa memaksimalkan dan melesatkan potensi diri kita. Karena tidak akan mungkin kita bisa menjadi orang yang terhebat, kalau kita masih terbebani dengan kendala-kendala diri. PR internal ada di dalam diri kita. Maka kita harus berupaya untuk menyelesaikan satu per satu kendala diri kita. Musuh terbesar kita adalah diri kita.

10.Kita memiliki beberapa kekurangan, supaya Allah mengetahui siapa yang berusaha melewati satu per satu keterbatasan fisik dan kemampuannya untuk menuju kriteria yang diridhai oleh Allah. Orang yang terhambat pada kendala dirinya, maka ia tidak akan berhasil untuk melejitkan dirinya.

11.Salah satu kendala diri kita adalah suka overthinking atau under-estimate terhadap segala sesuatu. Dalam Syariat Islam kita diberitahu agar selalu positive thinking dalam melihat segala sesuatu. Kita juga diminta untuk membicarakan hal yang baik, karena ini akan menunjukkan optimisme. Hal yang baik itu akan diaminkan oleh para malaikat.

12.Kenapa Allah merahasiakan masa depan? Agar kita berprasangka yang baik, merencanakan yang terbaik, dan berdoa secara maksimal. Supaya kita optimis terhadap apa yang akan terjadi di kemudian hari.

13.Pada diri manusia itu terdapat sebuah penyakit yang menjadi musuh untuk meningkatkan kualitasnya.  Musuh itu adalah suka haus dengan pujian. Hal ini ada pada diri setiap manusia, kecuali orang yang diberikan rahmat oleh Allah. Contoh: Para rasul, para nabi, dan para sahabat Nabi Muhammad  yang telah mendapat janji akan dimasukkan ke surga. Padahal pujian ini berbahaya pada kehidupan kita, kalau menjadi obsesi dan tujuan dalam kehidupan kita.

14.Surat Ali Imran ayat 188: Janganlah sekali-kali kamu menyangka, hahwa orang-orang yang gembira dengan apa yang telah mereka kerjakan dan mereka suka supaya dipuji terhadap perbuatan yang belum mereka kerjakan, janganlah kamu menyangka bahwa mereka terlepas dari siksa, dan bagi mereka siksa yang pedih.

15.Dalam Surat Ali Imran ayat 188 diatas, Allah menyebutkan penyakit dasar pada manusia itu adalah suka dipuji. Kalau kita tidak berupaya untuk membebaskan diri kita dan bertekad kuat untuk membebaskan hati dan pikiran kita dari pujian manusia dan popularitas dari manusia, maka kita tidak akan pernah bisa mengembangkan potensi diri kita menjadi kebaikan. Karena kehebatan yang kita bangun dihadapan Allah tidak akan pernah terwujud selama fokus dan target yang kita inginkan itu bukan Allah, tetapi manusia.

16.Riya atau mencari pujian diantara manusia itu termasuk penyakit yang berbahaya dalam kehidupan kita. Penyakit ini begitu lembut, sangat halus, tidak terasa. Makanya Rasulullah  mengilustrasikan penyakit riya pada kehidupan hati manusia sebagaimana semut hitam, diatas batu hitam, ditengah kegelapan malam. Tentunya mata biasa tidak akan bisa melihatnya. Kita juga tidak akan bisa merasakannya, kecuali kita menduduki semut itu, dan semut itu menggigit kita, baru kita merasa kalau di situ ada semut. Penyakit riya ada pada setiap manusia. Ini dapat mengubur kualitas kehidupan manusia. Tidak akan pernah berkualitas apapun yang kita lakukan selama kita gagal menaklukan penyakit ini.

17.Mengapa penyakit riya dibenci oleh Syariat islam? Perkara yang dilarang oleh syariat itu artinya berbahaya untuk diri kita, kehidupan kita dan kesehatan kita. Mengapa riya dikatakann syirik kecil? Karena ia berbahaya sekali. Pastinya ada keburukan jika orang berbuat riya di dalam kehidupannya.

18.Kenapa kita dilarang untuk begadang? Walaupun ini bukan termasuk kategori haram, tapi makruh. Rasulullah bersabda, “Saya tidak suka berbicara banyak setelah Sholat Isya.” Nabi kalau setelah Sholat Isya hanya berbicara sebentar dengan para sahabat, lalu pulang ke rumah. Berbicara sebentar dengan istrinya, lalu beliau tidur. Setelah sekian ratus tahun barulah kita mengetahui kenapa Nabi Muhammad  tidak suka begadang setelah Sholat Isya. Ternyata berdasarkan hasil penelitian medis, orang yang suka begadang lebih rentan terkena penyakit serius dibandingkan orang yang disiplin tidur setelah Sholat Isya. Ketika kita tidur setelah Sholat Isya maka akan mengistirahatkan bagian dalam dari tubuh, karena pemilik tubuhnya sudah tidur. Jadi kesimpulannya tidak ada perkara yang dimakruhkan atau diharamkan dalam Agama Islam kecuali di dalamnya ada keburukan.

19.Kenapa mencari pujian dari manusia (riya) dimasukkan sebagai kesyirikan?

· Pertama, Orang yang ingin dipuji, ingin mendapatkan tepuk tangan dari manusia dan popularitas adalah orang yang paling terbebani di dalam hidupnya. Karena setiap jam, setiap menit dia hanya memikirkan cara untuk mendapatkan keridhaan dari manusia. Akhirnya hidupnya dari satu tepuk tangan ke tepuk tangan berikutnya, walaupun karena itu terkadang ia harus mengorbankan keluarganya. Lama-lama ini akan menggerogoti dan membuat jiwanya menjadi keropos. Contoh: Orang yang mengalami ganguan kejiwaan narsistik. Dampaknya secara psikis berat. Karena orang semacam ini tidak bisa menerima sebuah masukan dan kritikan. Karena yang ia inginkan pujian bukan kritikan dan masukan. Jadi ini dilarang karena akan menjadikan manusia itu rentan. Hidupnya terpenjara dengan yang diinginkan manusia lain. Padahal kita paham, dalam kehidupan ini kita tidak mungkin mendapatkan keridhaan dari seluruh manusia.

· Kedua, karena akan menggerogoti dan mengurangi kekuatan yang ada di dalam diri kita. Karena akhirnya kita tidak akan siap untuk mendapatkan kritikan. Makanya manusia berusaha terus untuk mendapatkan pujian dengan menghalalkan segala macam cara dalam hidupnya. Contoh: Kalau dia mau dipuji karena kecantikannya, maka ia akan berusaha dengan berbagai macam suntikan dan operasi plastik agar tetap cantik. Orang seperti ini hatinya keropos. Bisa jadi ia tersenyum diantara manusia, tapi dia menangis saat berada di kamar mandi.      

20.Imam Syafi’i berkata, “Kalau kamu hanya hidup untuk mendapatkan keridhaan manusia, maka akan sangat mustahil didapatkan.” Kita bisa saja dipuji oleh suatu kaum, tapi tidak dipuji oleh kaum yang lainnya, karena itulah sifat manusia.

21.Di beberapa negara ada orang yang bunuh diri karena hujatan. Padahal kalaulah kita memiliki kebesaran jiwa, bahwasanya hidup kita tidak akan lepas dari orang yang suka dan tidak suka, yang mem-bully kita, mungkin bisa jadi tingkat bunuh diri karena hujatan itu bisa berkurang atau diminimalisir. Jadi dibalik setiap pujian yang diberikan oleh manusia, ada hati yang keropos, baik dia sadari atau tidak disadari.

22.Kenapa kita diperintahkan untuk ikhlas dalam beribadah dan melakukan ketaatan? Bahkan salah satu inti dari hadits yang disampaikan oleh Nabi Muhammad  adalah untuk bisa ikhlas. Hal ini baru akan terjawab ketika kita mengetahui keburukan kalau hidup kita hanya untuk menanti pujian dari manusia. 

23.Ibnu Rajab mengatakan, ”Sesungguhnya haditsnya Nabi Muhammad  ada lebih dari 1 juta (mengacu kepada hadist yang dihafal oleh Imam Ahmad bin Hanbal). Dari 1 juta hadist itu, intinya ada 3. Pertama, segala amal tergantung dari niatnya. Yang kedua, hadits dari Aisyah RA. Bahwasanya amal itu tergantung dari ilmunya. Yang ketiga hadits dari An-Nukman bin Basyir. Yaitu tentang harta yang harus bersih dari yang haram dan syubhat. Yang hahal itu jelas dan yang haram itu jelas. Yang tidak jelas itu berada diantara yang halal dan haram.” Jadi inti hadits pada ketiga hal diatas, sepertiganya terletak pada niat.

24.Kenapa masalah niat itu penting? Karena itulah yang akan mengistirahatkan hati kita. Karena jika mengikuti perkataan manusia itu akan membuat kita lelah dan letih. Kita butuh istirahat. Istirahatnya itu ketika kita sudah menghadapkan hati, jiwa, dan pikiran kita hanyalah untuk mencari keridhaan Allah. Tepuk tangan manusia itu bisa membunuh kita jika tidak kita sadari, jika kita tidak berhati-hati. Makanya hal ini diantisipasi oleh Syariat Islam.

25.Jika kita hanya mengharap pujian dari manusia maka kita tidak akan mengejar kualitas dalam beribadah. Yang penting sudah mendapat pujian manusia, maka sudah merasa cukup. Makanya Allah mengingatkan dalam Surat Ali Imran ayat 188 diatas. Agar kita menelisik ke dalam diri kita. Apakah kita sudah berinteraksi pada hati kita untuk menyembuhkan penyakit hati untuk dipuji dan dilihat oleh orang lain? Padahal pada saat itu kita terpenjara.

26.Pujian manusia itu hanya sepanjang lidahnya. Sebesar apapun kita dipuji oleh manusia, lalu kita mengorbankan apapun untuk mengejar pujian manusia, maka kita harus ingat, bahwa pujian manusia itu tidak absolut, tidak mutlak. Bisa jadi kita sebenarnya itu tidak patut untuk dipuji. Bisa jadi kita tidak melakukan apa-apa, tapi orang lain menyangka kita yang melakukan hal itu, lalu kita dipuji, dan kita menikmati pujian untuk sesuatu yang tidak kita lakukan. 


Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim (Bagian 1)  | 

 Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim (Bagian 1) 

| Book Review: Menjadi Muslim Hebat

Pengajian: Ustadz Oemar Mita

Tanggal: 12 Juli 2022

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=yqnW15D60ns&t=1859s

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

1.Mendapatkan pemahaman yang benar adalah salah satu kenikmatan besar setelah kenikmatan Islam. Jadi jangan menganggap kenikmatan yang besar itu pada rumah kita, mobil kita, dan harta yang kita kumpulkan. Pemahaman yang benar adalah pemahaman sebagaimana yang dimiiki oleh Rasulullah  dan para sahabatnya. Maka kita memohon kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ agar diberi jalan ilmu sebagaimana ilmu yang ditunjukkan oleh Rasulullah . Ilmu pada dasarnya menjadikan yang bengkok menjadi lurus. Menjadikan yang keruh menjadi bening. Menjadikan yang buntu menjadi lapang. Permasalahan dalam kehidupan solusinya ada pada ilmu.

2.Allah tidak mengabulkan setiap keinginan kita karena tidak semua keinginan kita baik untuk kehidupan kita di akhirat nanti. Inilah yang menjadikan kita bersyukur. Dengan bersyukur maka kita akan semakin sederhana dalam memandang kehidupan. Bahwasanya Allah telah mencukupi semua kebutuhan kita, maka kita akan semakin menyederhanakan keinginan-keinginan dalam kehidupan kita.

3.Ustadz Oemar Mita pernah bertanya kepada gurunya, “Apa tanda dari seorang laki-laki yang bertanggung jawab? Gurunya menjawab, “Laki-laki yang bertanggungjawab itu cirinya banyak. Salah satunya adalah ketika mereka sederhana di dalam keinginan.” Inilah yang menjadikan kita bersyukur atas semua karunia dan anugerah yang Allah berikan kepada kita, supaya semakin sederhana keinginan kita.

4.Semakin sedikit keinginan yang kita milki, maka semakin lapang dan semakin mudah bagi kita meraih kebahagiaan. Jarak antara kita dengan kebahagiaan adalah sebatas pada barang yang belum kita dapatkan pada saat kita menginginkannya. Pada saat kita sederhana di dalam keinginan, maka hati kita akan menjadi tenang dan bahagia, serta merasa cukup dengan yang Allah berikan pada kehidupan kita.

5.Bagaimana cara menciptakan hati yang sederhana di dalam keinginan? Yaitu dengan semakin bersyukur. Semakin kita bersyukur, maka semakin sederhana dalam memiliki keinginan. Karena sumber kegelisahan itu dari keinginan. Semakin banyak keinginan, maka akan semakin tidak bisa memaknai setiap karunia yang sudah Allah berikan di dalam kehidupan kita.

6.Sesungguhnya hidup kita pasti cukup kalau hanya memenuhi kebutuhan, karena kebutuhan kita sudah dicukupi oleh Allah. Tapi kehidupan kita tidak akan pernah cukup kalau kita terlalu banyak memiliki keinginan. Dunia ini cukup untuk seluruh manusia dari Timur ke Barat, kalau yang dipenuhi hanya kebutuhan. Tetapi dunia ini tidak akan cukup untuk satu orang, kalau orang ini memiliki banyak keinginan.

7.Salah satu kewajiban iman kita kepada Allah adalah menjadi pribadi-pribadi yang di ridhai dan dicintai oleh Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ. Menjadi pribadi yang dicintai oleh Allah tidak hanya melulu dengan beribadah (melaksanakan sholat, sedekah, haji dan umrah), tapi juga dengan memiliki karakter-karakter keislaman yang bisa menjadikan kita istimewa di hadapan Allah.

8.Rasulullah ﷺ menyampaikan,“Allah itu senang kepada seorang hamba yang bertakwa dan selalu menyembunyikan amal ibadahnya.” Ini adalah orang yang memiliki karakter tidak suka show off terhadap ibadah dan ketaatan yang mereka lakukan. Pembentukan karakter di dalam keimanan itu adalah satu paket utuh dalam menerima keislaman dan keimanan. Banyak orang yang beribadah tetapi belum tentu ia dicintai dan di ridhai oleh Allah. Padahal pendidikan dari Nabi Muhammad ﷺ bukan hanya menjadi sholeh dengan ketaatan dan ibadah yang kita lakukan, tetapi juga memiliki kerakter kuat yang diridhai oleh Allah.

9.Sifat dasar manusia itu malas, tidak memanfaatkan waktu, suka berpikiran yang buruk, suka memberi alasan dan berkilah atas apa yang seharusnya mereka kerjakan. Karakter-karakter ini Allah jadikan ada pada manusia dengan tujuan menjadi bahan ujian dari Allah. Siapa yang berusaha bersungguh-sungguh menyelesaikan satu per satu kendala yang ada pada dirinya, supaya mampu melejitkan potensi dirinya dihadapan Allah untuk kebaikan hidup dunia dan akhiratnya.

10.Kadang-kadang kita suka beralasan dengan kebaikan yang tidak jadi kita lakukanContoh: di Bulan Ramadhan tidak bisa membaca Al-Qur’an karena sudah sibuk dengan dakwah. Ada juga yang beralasan karena sudah banyak sedekah, sudah rajin sholat tarawih, maka ia tidak membaca Al-Qur’an. Padahal kita paham bahwa membaca Al-Qur’an adalah sebuah perkara besar yang agung. Karena Al-Qur’an diturunkan di Bulan Ramadhan. Manusia itu yang paling tahu bagaimana kelemahan dirinya, dan nafsu selalu membenarkan alasan yang kita lakukan ketika memperturutkan kendala-kendala yang ada pada diri kita.

11.Manusia itu memiliki karakter suka terburu-buru. Mereka tidak memahami bahwasanya dalam kehidupan itu memerlukan proses dan ikhtiar yang harus kita lakukan dan nikmati. Allah menciptakan langit dan bumi selama 6 hari. Padahal bagi Allah mudah untuk menciptakan langit dan bumi hanya dengan 1 kalimat Kun Fayakun, langsung jadi.

12.Imam Ibnu Katsir mengomentari ayat yang berbicara tentang hikmah ketika Allah menciptakan alam semesta dalam 6 hari. Beliau berkata, Allah mengajari kita dari penciptaan langit dan bumi selama 6 hari, bahwasanya kehidupan memerlukan sebuah proses. Kita harus menikmati proses dalam segala kegiatan apapun yang kita hadapi dalam jalan kehidupan kita. Dalam Surat Al-Isra ayat 11, Allah mengatakan bahwa manusia itu makhluk yang suka terburu-buru.

13.Surat Al-Isra ayat 11: Dan manusia berdoa untuk kejahatan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.

14.Kita seringkali tidak menyadari bahwa sifat terburu-buru inilah yang seringkali menjadi sumber dari banyak kerusakan dalam kehidupan kita. Contoh: Fenomena flexing untuk mendapatkan kekayaan secara instan. Ini menjadi pelajaran buat kita bahwa manusia tidak suka menikmati prosesnya. Padahal Allah menciptakan kehidupan ini dengan segala proses yang harus dilewati. Ketika manusia tidak mampu menangkap hikmah bahwa selalu ada proses yang harus kita lakukan dengan kesabaran, maka akan terjadi kerusakan di masyarakat dengan fenomena flexing untuk mendapatkan harta secara instan. Hal ini sudah diingatkan oleh Allah bahwasanya tergesa-gesa itu adalah bagian dari sifatnya setan.   

15.Kenapa Allah menjadikan wanita mengandung selama 9 bulan baru ia bisa melahirkan? Padahal Allah bisa memberikan penciptaan wanita yang langsung melahirkan anaknya. Bukankah nanti di surga juga ada wanita yang ingin hamil, lalu seketika dia hamil, tanpa merasakan sakit dan langsung melahirkan. Lalu anaknya langsung tumbuh besar. Dalam kehidupan di surga tidak ada proses, semua terjadi begitu saja, sesuai dengan keinginan kita. Hikmahnya adalah Allah tidak ingin manusia terburu-buru. Karena muara dari ketergesa-gesaan itu adalah kerusakan. Contoh: karena kita ingin mendapatkan daging ayam secara cepat, maka para peternak berlomba-lomba supaya ayamnya cepat tumbuh dan berkembang. Sehingga ayamnya di suntik zat kimia tertentu agar dagingnya banyak. Bahan makanan kita jadi mengandung banyak sekali bahan kimia. Bahan kimia itu masuk bersama dengan makanan instan dan makanan saji yang kita konsumsi. Hal ini menyebabkan turunnya kualitas kesehatan kita. Rasulullah  mengatakan.”Terburu-buru itu bagian dari pekerjaan setan.”

16.Banyak orang mengambil riba itu juga karena terburu-buru untuk memiliki sebuah benda/barang. Ia tidak sabar menunggu prosesnya. Akhirnya ia mengambil dengan cara yang diharamkan oleh Allah, yaitu dengan cara riba. Supaya rumah itu segera ia miliki, agar ia memiliki sertifikat rumah atas nama dirinya, walaupun dengan cara riba. Ketika seseorang mengambil riba, maka hidupnya akan diperangi oleh Allah dan rasul-Nya. Padahal jika ia mau bersabar, maka rumah itu nanti juga akan menjadi milik dia dengan cara yang halal. Contoh: Dengan cara menabung selama 15 tahun. Saat ia mau menabung maka akan ada suara-suara dari setan,”Kamu tidak akan bisa punya rumah kalau tidak mau ambil pinjaman riba.” Ini menyebabkan orang itu menjadi tidak yakin sama Allah. Padahal Allah Maha Penolong dan Maha Berkehendak. Yang membedakan adalah sikap kita untuk menikmati prosesnya. Kalau kita mendapatkannya dengan cara riba maka akan ada hitung-hitungan yang besar di sisi Allah ketika kita tidak sabar menunggu.

 

(Bersambung)

Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim

Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim  

| Book Review: Menjadi Muslim Hebat

Pengajian: Ustadz Oemar Mita

Tanggal: 12 Juli 2022

Sumber: https://www.youtube.com/watch?v=yqnW15D60ns&t=1859s

بِسْــــــــــــــــــمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

 

1.Ketergesa-gesaan itu sifat buruk karena dapat merusak berbagai sendi kehidupan kita. Makanya Allah itu meletakkan sesuatu ada waktunya masing-masing. Contoh: Zakat ditentukan ada haulnya selama 1 tahun. Hal ini mengajarkan kita untuk betul-betul menikmati proses.

2.Kenapa dakwahnya Rasulullah  baru dimenangkan Allah setelah lebih dari 21 tahun? Ini terjadi ketika Nabi Muhammad  akhirnya bisa menguasai Kota Mekkah. Kenapa Allah tidak memberikan pertolongan semenjak Nabi Muhammad  diutus menjadi nabi dan rasul? Padahal Allah bisa menurunkan 1 Malaikat Jibril untuk melumat seluruh penduduk Kota Mekkah. Itu hal yang gampang bagi Allah. Tapi Nabi Muhammad ﷺ harus melewati masa-masa susah di Makkah, sehingga akhirnya beliau hijrah ke Madinah. Lalu beliau melewati juga masa-masa berat di Madinah, sampai akhirnya beliau bisa kembali memasuki Kota Makkah dengan kemenangan. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa nikmat proses itu harus benar-benar kita berikan kepada kualitas kehidupan kita, ketika Allah menolong Nabi Muhammad ﷺ. Hal ini mengajarkan kepada kita bahwa semua itu butuh proses, tidak bisa instan sebagaimana kita membalikkan telapak tangan.  

3.Tidak akan pernah menjadi hebat seorang muslim kalau ia memiliki sifat suka terburu-buru untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Allah tidak suka orang yang terburu-buru. Doa kita akan dikabulkan oleh Allah, selama kita tidak terburu-buru. Sampai berdoa yang merupakan salah satu ibadah yang Allah cintai, tetapi kalau berdoa itu dilakukan dengan terburu-buru, maka tidak akan diberikan apapun oleh Allah untuk orang yang berdoa dalam kondisi terburu-buru.  

4.Rasulullah  bersabda, “Allah akan mengabulkan permintaan hamba-Nya, selama ia tidak minta secara terburu-buru.”

5.Orang yang hebat ketika menyelesaikan masalah internal dalam dirinya, maka ia harus mampu membuat dirinya menikmati proses dan waktu saat mengerjakan suatu kebaikan. Jadi tidak bisa semua yang kita inginkan itu langsung terwujud. Bahkan kebaikan pun tidak harus dilakukan dengan terburu-buru, walaupun itu sebuah ibadah. Ibadah harus dilaksanakan pada waktunya. Jadi tidak boleh dimajukan karena kita terburu-buru.

6.Ada sebuah kaidah yang terkenal, “Siapa pun yang terburu-buru pada sesuatu sebelum waktunya, maka akan dihukumi haram yang dikerjakannya.” Contoh: Orang yang seharusnya Sholat Dzuhur jam 12.00 tetapi dia Sholat Dzuhur jam 10, maka ibadahnya tidak akan diterima karena tidak sesuai waktunya. Salah satu kerusakan dakwah itu karena terburu-buru dalam mengambil kesimpulan dan tergesa-gesa dalam mengambil langkah. Akhirnya kemaslahatan itu tidak berpulang ke dakwah dan umat, tetapi justru menimbulkan kerusakan demi kerusakan karena ia terburu-buru. Dakwah kepada istri, suami dan anak juga butuh proses dan waktu.

7.Kita diajarkan oleh anggota tubuh kita bahwa semuanya butuh proses dan waktu. Contoh: Saat kita makan, maka akan butuh beberapa jam untuk diproses di usus. Setelah itu baru dapat diurai. Kalau proses penguraian makanan saja seperti ini, berarti inilah yang harus kita lakukan dalam kehidupan kita. Nikmati waktu dan prosesnya. Supaya tidak terjadi kekacauan di dalam kehidupan kita. Kekacauan itu biasanya ditimbulkan oleh sifat terburu-buru.

8.Terkadang kita tergiur dan tergoda dengan cara instan. Contoh: Ketika marah kepada anak, pada saat itu anak kita memang mungkin langsung terdiam. Mungkin anak jadi tidak melanjutkan perbuatan nakalnya. Tapi akibat yang ditimbulkan dari itu adalah sel-sel otak anak bisa rusak kalau terlalu sering mendengarkan teriakan.

9.Nabi Muhammad  adalah seorang yang sangat menikmati proses. Saat beliau masih di Makkah, disakiti dan didzalimi, dimana satu per satu sahabatnya ada yang meregang nyawa, ketika dibunuh oleh para pembesar Suku Quraisy yang benci kepada dakwahnya Nabi Muhammad . Pada saat itu Umar bin Khattab berkata kepada Nabi Muhammad ﷺ, “Bukankah kita berada di atas agama yang benar ya Rasulullah?” Rasulullah ﷺ menjawab, “Kita memang berada di atas agama yang benar, tetapi kita diperintahkan untuk bersabar.” Nikmati saja dulu prosesnya. Jangan terburu-buru dalam mengerjakan sesuatu. Kita harus bisa menahan diri daripada di terburu-buru.

10.Zina yang termasuk dosa besar itu juga karena terburu-buru. Dia belum mau menikah, tapi terburu-buru ingin merasakan nikmatnya. Akhirnya ia mengambil dengan cara yang haram, yaitu dengan berzina. Padahal nanti dia bisa mendapatkan kenikmatan itu, jika ia menikah. Tapi karena terburu-buru maka terjadilah zina. Kehidupan ini tidak akan bisa dikalahkan kalau kita tidak memiliki karakter tenang.

11.Saat kita mendatangi masjid untuk sholat saja tidak boleh terburu-buru. Rasulullah  bersabda, “Saat kamu mendatangi tempat sholat dan sudah mendengar suara iqamat, maka jangan mendatangi tempat sholat itu kecuali dalam kondisi sakinah (tenang).” Jadi tidak usah terburu-buru.

12.Saat membaca Al-Qur’an Rasulullah  pernah ditegur oleh Allah, “Jangan terburu-buru dalam membaca Al-Qur’an.” Membaca Al-Qur’an harus dalam kondisi tartil. Pada saat kita mendengar seseorang menghafal Al-Qur’an dalam kondisi terburu-buru, maka akan berbeda sekali dengan orang yang menghafal Al-Qur’an dalam kondisi tartil.

13.Sunnahnya bangun dari tidur sudah mengajarkan kita supaya menjadi orang yang tenang dan tidak terburu-buru. Saat bangun tidur itu kita disunnah kan untuk tidak langsung berdiri. Ibnu Abbas RA menyaksikan bahwa ketika bangun tidur itu Rasulullah  duduk dulu. Lalu melihat ke atas dan mengusap wajahnya dengan tenang dan tidak terburu-buru. Setelah itu beliau membaca 10 ayat terakhir dari Surat Ali Imran. Baru kemudian beliau bangkit berdiri dari tempat tidurnya. Kemudian beliau beribadah kepada Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَ (menunaikan sholat tahajud).

14.Syeikh Ibrahim yang berkata ada 4 perkara buruk yang ada pada manusia:

· Bersikap tergesa-gesa atau terburu buru. Contoh: Terburu-buru dalam berdakwah. Terburu-buru dalam memiliki sesuatu.

·  Kagum pada diri sendiri.

·  Keras kepala.

·  Tamak.

15.Sifat terburu-buru itu akan menghasilkan penyesalan. Contoh: Saat kita terburu-buru memetik buah mangga sehingga mendapatkan buah yang asam luar biasa. Imam Ibnu Qayyim mengatakan bahwa sikap terburu-buru itu dari setan. Sikap gegabah dan sembrono ini akan menghalangi pelakunya dari makruf. Mendorong orang tersebut untuk mendapatkan sesuatu dengan cepat. Akhirnya sikap terburu-buru ini menyebabkan berbagai macam kerusakan.

16.Salah satu yang mendasar dalam kehidupan kita itu adalah melatih sifat tenang. Tenang di dalam beribadah dan ketaatan. Tenang di dalam semua perkara-perkara kehidupan. Yang harus dinikmati itu adalah prosesnya. Kita bermohon kepada Allah supaya diberikan sifat tenang dalam segala pembawaan kita.

17.Rasulullah  bersabda, “Atta anni minallahi wal'ajalatu minasy syaithan.” Sifat tenang itu berasal dari Allah.  dan sifat terburu-buru itu terkoneksi kepada setan. Contoh: Orang yang tenang tidak akan terburu-buru menyikapi sebuah berita yang datang ke HP nya. Ia akan melakukan cross check kebenaran dari berita tersebut. Maka ia tidak akan menjadi bulan-bulanan orang lain.  Pada hari ini seringkali orang yang dengki kepada Agama Islam, mereka melemparkan suatu isu yang belum tentu benar. Lalu disebarkan lewat pesan berantai kepada kaum muslimin. Kemudian banyak kaum muslimin yang tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan dan sikap tanpa melalui proses tenang dan bersabar dalam menghadapi suatu isu itu. Ketika tidak ada ketenangan, maka kita akan menjadi reaktif, sehingga akan mendatangkan penyesalan. Hal ini akhirnya bisa menjadi boomerang yang berbalik kepada diri kita.

18.Kita harus bisa menikmati prosesnya. Contoh: Saat berdakwah dengan anak kita. Kalau belum bisa hari ini mungkin besok baru anak kita akan taat kepada Allah. Kalau tidak bisa besok, mungkin baru pekan depan. Kalau tidak bisa pekan depan, mungkin baru bulan depan. Mendakwahkan anak dan keluarga itu seperti menanam benih. Kita tidak tahu kapan benih itu akan tumbuh dan dapat kita petik panennya. Ada orang yang anaknya cepat mau mengikuti apa yang disampaikan oleh orang tuanya. Tapi ada banyak keluarga yang orang tuanya mendakwahi, tapi anaknya justru menjadi ujian. Anaknya skeptis dan tidak merespon dakwah dari orang tuanya. Tetapi setelah bertahun-tahun baru anaknya sadar.

19.Allah tidak pernah meminta hasil. Yang Allah lihat itu prosesnya. Hal ini mengajarkan kepada kita untuk menikmati proses dalam kehidupan kita. Contoh: Ada seorang anak yang baru bertaubat setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Ia baru tersadar apa yang menjadi tujuan hidupnya. Maka ia mulai memperbaiki kehidupannya. Sebenarnya inilah yang diharapkan oleh orang tuanya dulu (terutama ibunya) ketika masih hidup, agar anaknya mulai memperbaiki kualitas hidupnya. Ibunya memang tidak pernah melihat anaknya telah berubah, tapi dulu ibunya selalu menasehati anaknya supaya kembali kepada Allah. Anak itu baru kembali kepada Allah justru setelah ibunya meninggal dunia. Hikmah dari kisah nyata ini adalah kita disuruh Allah untuk menikmati proses. Dimana kita tidak akan pernah tahu kapan bisa panen dengan usaha kita. Ketika kita diberikan hati yang tenang oleh Allah dalam menikmati proses. Maka itu merupakan bagian dari sebuah kebaikan keimanan yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang Allah kehendaki.

20.Tanamkan ke dalam pemikiran kita agar jangan terburu-buru. Dakwah tidak boleh terburu-buru. Kalau terburu-buru maka akan menempuh cara-cara yang haram. Contoh: Ada yang menggunakan cara kekerasan. Ada yang memvonis orang lain secara serampangan. Ada yang mengkambinghitamkan masyarakat terus. Yang disalahkan umat terus. Bukan dengan cara itu Allah memberikan pertolongan dalam dakwah kita.

21.Yakinlah jika memang rezeki kita, maka barang yang kita inginkan itu akan datang dalam kehidupan kita, selama kita mau bersabar dan menikmati prosesnya. Janganlah tergesa-gesa menjadi pembenaran dalam kehidupan kita untuk mengambil riba, berzina, dan menyalahkan keluarga ketika mereka tidak merespon omongan kita. Sifat terburu-buru sudah diingatkan berkali-kali oleh Allah di dalam Al-Qur’an dan hadits bahwa sikap terburu-buru adalah bisikan dari setan. Semoga Allah menyapih kita dari sifat-sifat buruk yang ada di dalam diri kita, sehingga kita bisa mendapatkan keistimewaan karakter sebagai hamba yang beriman.