Postingan

Menampilkan postingan dengan label Parenting

Pengasuhan Minim Stress dan Marah-marah

Catatan parenting  S eorang perempuan itu bersifat pencemas. Masing-masing perempuan memiliki kadar kecemasan yang berbeda dan tentunya juga memiliki cara mengekspresikan kecemasannya masing-masing.  Oleh karena itu terbilang wajar jika memang dalam pelaksanaannya setiap orangtua terutama bisa mengalami stress karena gara-gara tingkah laku anak-anaknya yang dianggap merusuhkan. Yang menjadi catatan adalah  bagaimana mengelola stress tersebut atau menunjukkan cara bersikap yang baik dan benar dalam menghadapi segala tingkah laku anak. Adapun salah satu indikator stress itu sendiri adalah kondisi emosi negatif yang kurang terkontrol. Menurut Teh Kiki,  beberapa penyebab orangtua mudah emosi pada anak  yaitu sebagai berikut: LUPA  jika anak = amanah LUPA  perintah Allah tentang keluarga Menganggap anak sebagai beban Hubungan dengan pasangan kurang harmonis Tengah mengalami cobaan hidup Beban pekerjaan rumah (urusan domestik) Minim ilmu pengasuhan anak Ber...

Pola Asuh Anak

  Keshalihan ortu dipengaruhi keshalihan anaknya. Allah hanya menciptakan Mukmin dan kafir. Hingga muncul Abdullah bin Ubay yg mjd latar belakkang diturunkannya QS Al-Munafiqun. Kaidah yang perlu dipahami dalam pengasuhan anak: 1. Hidayah di tangan Allah, bukan ortu. Qs. Maryam: 30-32 > Isa yg masih bayi berbicara: Allah yg menjadikan aku penuh berkah dst Saad bin abi waqqash (orang kedua yg masuk islam stlh Abu Bakar): diminta memilih kafir oleh ibunya, namun ttp msk islam Zubai bin al awwam: dibakar kakak dari Khadijah tp ttp memilih islam Thalhah. 2. Mendoakan anak2, berdoa kpd Allah utk keshalihah anak2nya. Doa Nabi Ibrahim: – QS Al Baqarah 128 – QS Ash-Shaffat: 100 – QS Ibrahim: 35 rajin mendirikan shalat – QS Al Furqan: 70 – QS Al Ahqaf: 15 robbi auzi’ni an asykura ni’matikallati Rabbana hablana min azwajina wa dzurriyyatina qurrota a’yun waj’alna lil muttaqiina imaama 3. Keshalihan ortu memengaruhi ketaatan anakny

Upaya Pemenuhan Bahasa Cinta Pada Anak

  WAG Menuai Ibroh dari Siroh Bersama Bunda Nurhayati Zain, S.Psi Apa yang mampu membangun anak-anak menjadi pribadi yang peka, kuat, tangguh, mandiri dan percaya diri? Apakah yang membuat si kecil kita saat tengah dewasa mampu membangun relasi dan komunikasi dengan baik dengan orang-orang di sekitarnya? Sebenarnya berangkat dari satu kata yang sering kita dengar atau bahkan sering kita ucapkan. Yakni CINTA. Dari siapa? Tentunya dari orangtua dan orang-orang terdekat di sekitarnya. Cinta tulus yang diberikan oleh orangtua kepada anak. Itu yang dibutuhkan oleh anak untuk berkembang sesuai dengan kodrat penciptaannya. Cinta tulus itu menurut saya unconditional love, cinta tanpa syarat. Memangnya ada cinta orangtua yang bersyarat? Seringkali tanpa kita sadari, cinta kita kepada anak masih bersyarat hingga akhirnya diungkapkan secara terus menerus dan menyebabkan salah pemahaman pada anak. “Ayo makan yang benar. Kalau nggak, ummi nggak sayang lho” “Dik, ga boleh gitu dong. Bunda nggak ...

Catatan Parenting

  Skip to cWAG Bedah Buku Parenting & Anak Selasa, 17 Oktober 2017 oleh D. K. Wardhani WAG Bedah Buku Parenting & Anak oleh D. K. Wardhani Jiwa setiap anak –apa pun ras, strata sosial dan gendernya- selalu menunggu untuk digugah. Dan sekali tergugah, mereka akan selamanya terbangun untuk mencintai pengetahuan dan kehidupan. Anak-anak yang seumur hidupnya mencintai proses belajar, yang belajar bukan demi imbalan pujian, gengsi, nilai dan lainnya, melainkan terutama karena kegembiraan dalam belajar itu sendiri. Mereka tumbuh menjadi pribadi berwawasan luas, penuh ide akbar dengan karakter luhur yang berasal dari tertanamnya kebiasaan yang baik. Tidakkah itu yang dicita-citakan oleh sistem pendidikan?  -CINTA YANG BERPIKIR (Elen Kristi), hal. 5- Quote di atas benar-benar menggugah saya, saat memulai homeschooling untuk anak kembar kami. Saya terkesan sekali bahwa setiap anak seharusnya cinta pada ilmu dan pengetahuan, sehingga ia ringan saat melangkah tholabul ‘ilmi. Dan ...