|
19 Mei 2023
The Giver of the Most Perfect Gifts
17 Mei 2023
Cinta pertama manusia
Menurut Al-Buthi, CINTA PERTAMA MANUSIA telah dijelaskan dalam Al-Quran, yang di dalamnya terjadi dialog antara Allah dan ruh manusia, ketika masih berupa satu hakikat yang utuh di alam rahim.
Allah SWT berfirman: "Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman); "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Benar (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan; "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang lalai terhadap ini." (QS.Al-A'raf:172)
Ayat di atas adalah perjanjian cinta antara Allah dan manusia ketika masih berada di alam ruh/alam rahim.
Ketika Allah bertanya, "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Lalu, ruh kita bersaksi mengakui Tuhan. Di sinilah pengakuan cinta kepada Allah dalam ruh kita, cinta yang paling murni.
Cinta murni ini hanya terjadi antara ruh kepada Allah, bukan cinta kita kepada makhluk, benda dan hawa nafsu.
Sebab, ruh hanya mengenal kesejatian cinta kepada
Allah
Cinta ini hadir jauh sebelum kita memiliki mata, hidung, mulut dan telinga. Lalu, saat lahir ke dunia, kita mengenal cinta lain.
Praktis, cinta baru dalam kehidupan manusia seringkali menghalangi kecintaan ruh kita kepada Allah. Dan pada akhirnya, kesejatian cinta kita kepada Allah pun menjadi goyah, karena godaan cinta lain. yang bersifat fana.
Allah mengingatkan manusia melalui Rasulullah SAW, agar manusia kembali mencintai Tuhannya,cinta yang tak boleh lepas dari hati dan jiwa.
Allah SWT berfirman: "Katakanlah (wahai Muhammad); Jika benar kalian mencintai Allah maka ikutilah aku, niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, lagi Maha Penyayang." (QS.All-Imran:31)
Maka, sejauh apapun pergi dengan janji yang teringkari, tidaklah cinta kecuali akan kembali kepada cinta yang pertama. Entah detik ini atau mungkin ketika sudah tiada waktu lagi. Akan tiba saatnya di sadari.
Sahabatku Bukalah hatimu
Hijrahkan rindumu Kepada cinta pertamamu.
#MahabbahCinta
@mahabbahku
Surat Cinta yang Tak Romantis
Kau pernah dapat surat cinta tidak? Bagaimana rasanya? bahkan ada namamu tertulis di depannya. Pasti bahagia luar biasa. Apa isinya? Kutebak pasti hal-hal manis seperti irama degup jantung karena mendengar namamu. Atau Lengkungan bulan sabit yang tiba-tiba terbit setiap melihat senyummu. Atau sengatan listrik 1000 watt saat menggenggam tanganmu.
Ya... ya... silakan diteruskan.
Omong-omong pernahkah terpikir bagaimana isi surat cinta yang diturunkan Allah untuk kekasih-Nya? Ya, nama kekasih-Nya hingga kini terukir abadi dalam Al-Qur'an: Muhammad. Namun aneh, isinya sama sekali tak manis.
Tercium amis darah, percikan api dari kuda yang berlari kencang, kilatan pedang yang menghunus, bahkan bau busuk dari para pembangkang yang sombong! Surat cinta-Nya malah berisi perihal peperangan.
Aneh?
Tunggu dulu, tak hanya itu. Bahkan seluruh percakapan antara dua kekasih Pencipta dan makhluknya masih juga tak bermekaran bunga.
"Sungguh kawanmu Muhammad tidak gila."
Jangan bersedih
"Jangan takut!"
"Bangunlah hai orang yang berselimut! Beri peringatan!"
"Infakkan harta terbaikmu! Harta dan jiwa!"
"Tolong agama Allah!"
Aneh, percakapannya makin tak manis saja. Sebagian mungkin sudah menganggap Al-Qur'an tak lagi relevan. "Al-Qur'an membuat orang tak waras!" Begitu katanya. Rasanya hidup melulu soal kepayahan dan perjuangan. "Hidup kan cuma sekali. Penuhilah dengan kesenangan! Tumpuk kekayaan!"
Yah, walau seluruh manusia di bumi bilang Al-Qur'an tak relevan, tapi kebenaran itulah yang tertulis abadi. Kalimat demi kalimatnya begitu agung diturunkan dari Arsy ke bumi. Bahkan Dia sendiri yang langsung menjaganya tetap murni.
Ternyata janji manis-Nya memang tak pernah hadir untuk kita selagi bumi. Kebahagiaan, kedamaian, dan hidup tanpa kelelahan, nan abadi hanya Allah izinkan di kampung halaman nanti.
Jadi, jika hari ini hidup kita masih melulu soal kesenangan tanpa perjuangan untuk membela-Nya, akan ke mana kita akan berakhir?
Mengeja Kelelahan
Hal yang paling menarik dari sebuah kegemilangan seseorang adalah proses panjang di baliknya. Kalau hanya mendengar prestasinya saja mungkin kita akan iri dan berharap menjadi sepertinya. Tapi tunggu dulu, saat kau dengar proses penempaannya hingga ia menjadi permata, mungkin kau tidak akan pernah berharap menjadi sepertinya.
Kita hanya melihat Khabib Nurmagomedov dengan gagahnya berdiri di podium kemenangan, disambut ribuan tepuk tangan, dan sorot lampu kemilau, sambil mengacungkan telunjuknya ke langit.
Tapi kita tak pernah tahu bagaimana latihan gilanya bergulat dengan beruang. Berapa kali ia menahan sakitnya tindihan beruang? Berapa kali la bertengkar dengan ayahnya karena malas berlatih ke tengah hutan? Berapa kali kulitnya terluka akibat cakaran beruang? Berapa kali ototnya cedera? Patah tulang? Dan keperihan lainnya.
Kalau begitu, bagaimanalah seorang Khalid bin Walid ra menempa dirinya, hingga ia dinobatkan menjadi Pedang Allah yang Terhunus? Atau penulis, Shadiq Ibrahim Argoun menyematkan "Legenda Militer" padanya.
Yah, bukan berarti setelah ia diberikan status "Pedang Allah" sekonyong-konyong Khalid langsung tangkas dan jenius dalam militer. Selama manusia masih hidup di bumi, maka tetap berlaku hukum. "Usaha berbanding lurus dengan hasil."
Jadi aku penasaran segila apa Khalid bin Walid ra berlatih pedang, panah, kuda, dan bela diri? Karena pernah dalam perang Mutah tiap posisi Pemanah, Berkuda, dan Penghunus Pedang diputar-putar silih berganti. Ini berarti tiap pasukan muslim harus menguasai semuanya
Aku penasaran bagaimana Khalid ra mempelajari strategi-strategi berperang. Bagaimana ia mengasah instingnya untuk mengambil keputusan jenius dalam kondisi terdesak. Berapa banyak waktu tidur yang ia korbankan untuk berpikir, berkontemplasi, melakukan riset mendalam, spionase, demi menciptakan strategi perang terbaik.
Juga bagaimana penempaan pemanah ulung, Saad bin Abi Waqash ra, yang lesatan panahnya tak pernah meleset. Pasti telah ribuan kali ia berlatih melesatkan anak panah, tanpa kenal lelah.
Kita hanya tak pernah tahu ceritanya saat tangannya penuh darah, ototnya keram, kulitnya terbakar matahari, tangisannya di malam hari karena la tak kunjung mahir, atau ejekan ka wannya karena ia terus berlatih memanah tak kenal waktu.
Yaah, kita memang tidak harus berlatih bergulat dengan beruang, berlatih berperang segila Khalid bin Walid ra, berlatih memanah sekeras Saad bin Abi Waqash ra, tapi kalau kita tarik pada diri masing-masing hari ini. Sudahkah kita melatih potensi diri sekeras mereka? Sudahkah kita memaksimalkan potensi yang Allah berikan dengan sungguh-sungguh?
Potensi yang kelak akan menggaungkan nilai-nilai Islam dan meluaskan kebermanfaatan. Potensi yang kelak akan mele- jitkan derajat kita di sisi-Nya.
Saat kita bilang tidak mampu, jangan-jangan sebenarnya kita hanya tidak mau. Saat kita bilang tidak bisa, jangan-jangan kita hanya belum mencoba dan berlatih sebanyak mereka.
Atau jangan-jangan selama ini, kita salah mengeja "Kelelahan" dengan "Kemalasan"!
*kisah penempaan Khalid bin Walid dan Saad bin Abi Waqash
hanya interpretasi penulis
133-134 Hidup Sa Kali Lagi
Surat untuk Bunda Khadijah ra
Assalamualaikum... Salam hormat bagimu, duhai wanita terbaik sepanjang zaman.
Hari ini... akhirnya kami tahu rasanya hidup di zaman. yang gelap, lebih pekat dari kepingan malam. Ternyata begini rasanya.
Bunda Khadijah, maaf telah banyak mengecewakanmu. Hari ini, banyak perempuan yang tega membunuh bayi-bayi tak berdosa. Tak memandang laki-laki dan perempuan, sebelum lahir pun, muka ibu dan ayah sudah merah padam.
Bunda, maafkan kami yang belum mampu mengamalkan Al Qur'an. Hari ini, para perempuan rela membunuh calon bayi mereka. Janin mungil merah, yang baru saja berdegup jan tungnya, luruh jadi onggokan daging hancur. Dilempar ke tempat sampah, lalu dilupakan begitu saja.
Bunda Khadijah, maafkan kami sudah lalai menjaga kehormatan dan kesucian para muslimah. Hari ini, perzinahan dianggap permainan dan hiburan. Perempuan dan lelaki saling menyalurkan hasratnya seperti binatang.
Seakan-akan tak malu dan tak takut pada Allah, mereka mendatangi sesama perempuan atau lelaki, atau keduanya demi menyalurkan birahi.
Wahai Bunda, pemilik istana permata di Surga... dalam kegelapan, ada juga para muslimah yang mencoba mengikuti jejakmu.
Ya, itu berkat teladanmu yang luar biasa. Mereka ingin sepertimu, yang berani memperjuangkan yang benar, dan menghancurkan kemungkaran, walau berbalas cacian, walau semua orang mendustakan, walau rontok tulang-tulang mereka, walau sering kali berurai air mata.
Wahai istri kesayangan Rasulullah, merekalah para Khadijah masa kini. Mereka yang gigih menciptakan dan membentuk generasi pembaharu.
Mereka yang mau berlelah belajar, berkeringat bekerja, sepenuh hati berkarya, mengabdikan pendidikan tingginya untuk menjaga generasi muslim kini.
Wahai Ummahatul Mukminin, ajarkan kami mampu mempersembahkan segalanya sepertimu. Ajarkan kami mampu berlinang air mata, sedih karena tak ada lagi sumber daya yang bisa dikorbankan untuk membela dakwah Rasulullah.
Ajarkan kami menempatkan Allah, Rasulullah, dan jihad di jalan-Nya menjadi cinta tertinggi dalam hati. Ajarkan kami mampu teguh berdiri, tak goyah menghadapi goncangan, hingga nyawa meninggalkan badan.
Bunda, semoga suatu hari nanti, Allah izinkan kita bertemu. Nanti akan kami ceritakan, haru biru para Khadijah masa kini, yang berjuang membumikan kebenaran Al Qur'an di tengah kegelapan.
Salam dari kami, para pengagummu karena Allah dan Rasulullah.
139-140 Hidup Satu Kali Lagi
Solusi dari rasa lelah
Berpeluh dalam Kebaikan
Percaya enggak? Satu pintu kebaikan akan menuntun kita pada pintu kebaikan lainnya yang lebih besar. Pertanyaannya, seberapa sabar dan kuat kita membuka pintu demi pintu kebaikan itu?
Karena sudah jadi kepastian, tak ada kebaikan tanpa kesu litan. Maka, seberapa tangguh kita bertahan di sana?
Begitulah, Hidayah tak bisa langsung besar. la seperti anak tangga yang harus ditapaki setapak demi setapak hingga kita sampai puncak. Kalau hari ini turun tiga anak tangga, pastikan esok kita daki lima anak tangga. Agar pantas Allah beri kita hidayah-hidayah besar!
Seseorang yang Allah izinkan salat di sepertiga malam, tak bisa langsung bangun begitu saja. Usahanya panjang! Saat siang ia harus menutup pintu-pintu maksiat. Harus mendekat pada Allah dengan Al-Qur'an, salat-salat sunnah, zikir, dan ibadah lainnya. Barulah, Allah berikan hidayah padanya berupa salat malam.
Begitu juga para Assabiqunal Awaalun. Mereka tercatat punya usaha keras untuk bisa Allah izinkan mengecap kebaikan demi kebaikan.
Seperti Zaid bin Tsabit yang tak menyerah berbuat baik, walau ditolak dua kali dalam Perang Badar dan Uhud. Tak habis akal, ia beranikan diri untuk menjadi penerjemah dan penulis Rasulullah SAW. Begitulah, Zaid ra. akhirnya berhasil menjadi "tangan kanan" Sang kekasih Allah. Kebaikan dan keberkahan menyelimuti hidupnya.
Atau Ummu Sulaim dengan ide kebaikannya yang brilian! la tawarkan anaknya, Anas bin Malik untuk menjadi Asisten Pribadi Rasulullah SAW. Anas ra. lalu menjadi salah satu periwayat hadist terbanyak, juga guru bagi para ulama besar. Maka mengalirlah dengan deras amal jariyah pada sang ibunda.
Begitulah, ternyata bukan perkara mudah untuk turut serta berjuang dalam kebaikan. Tak bisa hadir begitu saja modal santai menunggu ajakan apalagi rayuan. Tentu, karena hadiahnya surga, bukan hanya tiket liburan akhir pekan.
Perlu tekad yang kuat, percaya dengan kemampuan diri, keberanian mendekati pusaran kebaikan, keberanian mengajukan diri, hingga tak menyerah saat ditolak.
Bukankah merupakan tanda cinta-Nya, saat Allah izinkan kita berpeluh dalam kebaikan?
"Jika Allah menginginkan kebaikan untuk seorang hamba maka Dia akan mempekerjakannya, beliau ditanya, 'Bagaimana Allah akan mempekerjakannya, wahai Rasu- lullah SAW?, beliau menjawab: 'Allah akan memberinya petunjuk untuk beramal shalih sebelum meninggal'. (HR.Tirmidzi no.304)
Jadi, selamat berjuang untuk berbuat baik.
(141-142, Hidup Satu Kali Lagi)
Solusi dari pikiran yang takut gagal
Saat Takut Gagal
Saat langkahmu terhenti karena menemukan kegagalan, ingatlah...
Bukankah Khadijah binti Khuwailid ra. tak gagal saat ia wafat, padahal Islam belum ke mana-mana, bahkan Nabi Muhammad SAW masih jadi bulan-bulanan seisi kota. Abdullah bin Rawahah ra. tak gagal, saat ia jatuhkan panji Rasulullah di perang Mu'tah. Abu Ayub Al Anshari ra. tak gagal, saat di umur 90 tahun, ia kalah dalam pembebasan Konstatinopel, ratusan tahun sebelum dibebaskan pemuda berumur 21 tahun.
Begitu juga dengan kegagalan kita hari ini. Mungkin ada target, rencana, dan mimpi-mimpi kebaikan, yang sudah kita usahakan sepenuh hati, tapi hasilnya tak sesuai ekspektasi. Jangan dulu berhenti, menyerah, mundur, apalagi tak mau bangkit lagi.
Selama kita sudah mengusahakan yang terbaik, percayalah, para pejuang kebaikan akan tetap menjadi pemenang. Tak ada yang gagal dalam memperjuangkan kebaikan. Jasa para pejuang kebaikan tak terkira, menjadi salah satu anak tangga emas menuju kemenangan.
Mereka yang gagal ialah yang tak mau mencoba, bersantai hingga kemenangan hadir tanpa kontribusinya.
14 Mei 2023
Dari Palestina kita belajar
By teh qoonit
https://youtu.be/oZ0mXanBSUM
Dari Palestina kita belajar untuk tetap berani bermimpi tinggi, walau bahkan kebutuhan dasar tak terpenuhi.
untuk menegakkan yang benar, walau harus terancam mati berkali-kali.
untuk tetap lantang bersuara, walau dibungkam bahkan dijatuhkan oleh propaganda kelas dunia.
untuk selalu bersabar, walau rasanya badai kehidupan menghempas tak berkesudahan.
untuk selalu bangkit, walau harapan dihancurkan, kesempatan dilenyapkan, usaha digagalkan.
untuk percaya diri, bahwa pertolongan Allah pasti melindungi, walau kuatnya musuh sering menciutkan nyali.
untuk terus bergerak, berlari, berjuang, bukan untuk harumnya nama diri, namun hanya berharap Allah matikan dalam perjuangan suci.
Dari Palestina kita belajar untuk menanti-nati, bukan..bukan kilau dunia yang jadi ambisi, tapi mengharap pertemuan dengan Allah di Surga tertinggi..
4 Mei 2023
Enjoy your process
Mungkin telah begitu banyak cobaan yang menimpamu. bukan untuk membuatmu jatuh tapi justru membentukmu menjadi lebih indah.
Jikalau banyak kehilangan itu tidak terjadi, mungkin engkau takkan bisa belajar akan arti ikhlas dan sabar. Jikalau kesedihan itu tidak pernah hadir, mungkin engkau tak bisa belajar untuk kuat dan tabah.
Maka perihal apa yang telah berlalu, anggap saja hal itu telah membentukmu menjadi lebih baik.
Seperti kupu-kupu yang butuh proses untuk mengepakkan sayup dan terbang.
19 Jul 2022
Reminder ketika sedang insecure
Janganlah Kamu Bersikap Lemah & Bersedih Hati, kamulah Orang Yang Paling Mulia, jika kamu orang yang beriman.
Kamu adalah orang yang paling tinggi aqidahnya, putih lagi kokoh sekokoh gunung, benar sebenar fajar, lagi sempurna sesempurna pengembannya, yaitu Rasul SAW
Paling tinggi yang disembahnya, karena penguasa, penolong, pemberi kecukupan, dan yang memberi rizki, adalah Allah SWT, Tuhan semesta alam.
Paling tinggi tamsilnya. Ia merupakan intisari pengajaran, kesimpulan norma-norma semua umat, dan kecemerlangan yang tidak didapati dalam kitab kitab suci lainnya.
Paling tinggi Kitabnya. Ia merupakan wahyu yang diturunkan, tidak mengandung kebathilan, baik dari depan maupun dari belakangnya, tidak membosankan sekalipun banyak diulang, tidak pernah habis keajaibannya, dan tidak pernah habis usianya.
Paling tinggi risalahnya, karena bersifat rabbani, internasional, komprehensif, lagi sempurna. la merupakan rahasia penyelamatan alam, perbendaharaan keberunt ungan manusia, dan sumber keselamatan di dunia dan akhirat bagi manusia.
Paling tinggi pemimpinnya, karena dia terpelihara lagi didukung oleh wahyu, menang melalui hujjah atas orang-orang yang sebelum Anda, hakim yang adil, pengemban kebenaran, penyebar keutamaan, dan anutan umat manusia.
Paling tinggi sejarahnya. Di urutan yang paling atas terdapat Ash-Shiddiq, Al-Faruq, Dzun Nurain, Abus Sibthain, pedang Allah, penolong-penolong Rasulullah, kepercayaan umat, dan sebagainya.
Paling tinggi pengorbanannya, maka tanyakanlah kepada Badar, Uhud, Qadisiyah, Yarmuk, Hathiin, dan 'Ain Jalut. Tanyakanlah kepada tengkorak orang orang yang mulia di dunia mengapa kepala mereka dipenggal? Tanyakanlah kepada darah para pahlawan di lembah-lembah yang diramaikan mengapa mereka dialirkan? Tanyakanlah kepada tubuh yang suci, karena prinsip apakah ia dibunuh?
Paling tinggi warisannya. Kamu tidak punya kisah seribu satu malam, kebohongan Hamurabi, igauan Plato, dan mimpi Shakeshpare. Akan tetapi, Anda punya Kitab yang dibaca, Sunnah yang diikuti, ayat ayar dan nasihat-nasihat, bukti yang nyata, cahaya petunjuk, dan penawar segala penyakit yang ada dal kalbu.
15 Jul 2022
Doa perbaiki semua urusan
ياَ حَيُّ ياَ قَيُّوْمُ
Wahai Tuhan Yang Maha Hidup, wahai Tuhan Yang Maha Berdiri Sendiri
بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ
Dengan rahmatMU aku memohon pertolongan
أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ
Perbaikilah untukku urusanku semuanya
وَلاَ تَكِلْنِيْ اِلىَ نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ
Dan janganlah ENGKAU serahkan aku kepada diriku sendiri walau sekelip mata.
21 Jun 2022
Dear Allah
Dear Almighty Allah,
Sometimes I lose words to describe how I feel but the way You read my silence and answer my prayers makes me love You even more every time...
4 Mar 2022
MENJEMPUT TAKDIR TERBAIK
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
⠀
Bicara tentang takdir.. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Benar benar tidak ada yang terjadi secara kebetulan..
Semua telah tertulis dengan skenario terbaik oleh Sang Pembuat Skenario terhebat.
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Jika kita menganggap ada takdir yang baik dan yang buruk..
Ketahuilah, itulah takdir baik dan buruk yang hanya ada dalam anggapan kita dan apa yang kita rasakan.. ⠀
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Karena Allah itu Maha Baik..
Tidak mungkin mendzalimi hamba-Nya kecuali jika hamba-Nya mendzalimi dirinya sendiri.
-----⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Semua takdir Allah adalah takdir terbaik kawan..
Suka maupun duka yang kita rasakan tetap yakini ini adalah takdir terbaik yang Allah kehendaki atas diri kita..
⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀
Mari, jemput takdir takdir terbaik di setiap helaan nafas yang tersisa..
25 Jan 2022
It's okay
Pena yang menulis segala ketetapan sudah mengering tintanya sejak lama. Lembaran buku ketetapan sudahditutup rapat.
Segala hal yang terjadi di dunia ini sudah tertulis sejak lama. Baik, buruk, sedih, tawa, suka dan duka. Semua sudah ditetapkan oleh Dia Yang Maha Kuasa.
Tak perlu bersedih atas kematian yang kian hari semakin dekat, kegagalan, kerugian dalam berbisnis, kehilangan hal yang dicintai. Dia Yang Pencipta pasti tau apa yang terbaik untuk kita.
Boleh jadi apa yang menurutmu indah, belum tentu yang terbaik. Pun yang terlihat tak menarik malah itulah yang terbaik
Tak perlu sedih atas apa yang menimpa dirimu di masa lalu. Berdamailah dengannya. Ia merupakan bagian dari kehidupan di dunia ini.
Masa lalu telah tenggelam seperti matahari di sore hari. Ia sudah terbang bagaikan butiran debu. Tak perlu lagi menangisinya, tak perlu lagi meratapi, dan merenung meratapi kepergiannya. Karena sekuat apapun tangisan yang ditunjukkan, tak akan dapat membuatnya datang menjemput kita untuk kembali.
Hidupmu hari ini merupakan anugerah dari Allah, mungkin ada kesalahan yang harus kamu perbaiki hari ini. Ada tangis yang harus dihapuskan. Dan yang terpenting ada taubat yang harus disegerakan, agar nanti saat malaikat maut datang mencabut nyawamu kamu dalam keadaan bersih dari dosa.
22 Jan 2022
Alasan untuk selalu tersenyum
Tersenyumlah
Sudah menjadi sifat manusia, saat dia ditimpakan sebuah cobaan dan ujian yang berat, dia lupa untuk tersenyum. Selalu saja dia menempatkan dirinya di dalam dimensi yang larut akan kesedihan. Sedih merupakan hal yang sangat wajar, namun jika berlebihan hanya akan membuat diri kita semakin merasa bahwa dunia ini tak sedikitpun memberikan ruang kebahagiaan untuk kita.
Perlahan kita mulai merasa hidup ini tidak adil, atau bahkan sampai ke titik prasangka bahwa Allah itu tidak adil. Seolah lupa bahwa hidup di dunia ini merupakan tempatnya manusia diuji. Selama hayat masih dikandung badan, selama nafas masih berhembus, selama itulah cobaan dan ujian datang silih berganti.
Berat itu sudah pasti. Mungkin saja sedikit terbesit dalam pikiran untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. jika dia tidak memiliki iman yang kokoh dan sekuat baja.
Oleh karena itu, tersenyumlah walau dunia ini terasa berat. Karena jarak antara dirimu dan kematian sangatlah dekat, setelah itu kamu tidak akan pernah lagi bisa terseyum.
Tersenyumlah walau masa lalumu tak sebaik yang diinginkan. Bersedih dan meneteskan air mata, tak serta merta akan membuatnya kembali lagi
Tersenyumlah, percayalah pada setiap kesusahan terdapat kemudahan setelahnya, dan percayalah bahwa Allah tak akan pernah memberikan cobaan dan ujian melebihi batas kemampuan hamba-Nya.
Sebagai manusia harusnya kita sadar, bahwa Dia Yang Mengambil adalah Yang Memberi, Dia Yang Menimpakan Kesulitan adalah Dia Yang Menganugerahkan Kemudahan.
8 Jan 2022
Dia Yang Menenangkan
Written by: Ustadz Felix siaw
.Yang menenangkan itu yang dicari, dan itu beda dengan yang hanya buat bergairah. Kita bisa digairahkan dengan wajah atau bentuk badan, tapi ketenangan bukan itu
.
Ialah rasa nyaman ketika bersamanya, rindu ketika berpisah dengannya. Tenteram ketika engkau pulang kerumah, percaya saat engkau meninggalkan dirinya
.
Tenang itulah sakinah, tidak meledak-ledak, tidak pula terburu-buru sebagaimana digambarkan di layar kaca. Dan sakinah itu pemberian Allah bagi sesiapa yang dia kehendaki
.
Menyemangati layaknya siang, menyelimuti layaknya malam. Mencukupi saat kurang, mengingatkan saat lebih. Pelipur saat duka dan kawan yang bisa diajak bersenang
.
Senantiasa berada di jalan dakwah, dan itu yang terpenting baginya. Maka kepentingannya padamu juga pada dakwah. Tak risau dengan kepunyaan tetangga yang baru
.
Sisa hari setelah berdakwah ia terima, disempurnakan dengan obrolan-obrolan seputar dakwah, dakwah dan dakwah tanpa henti, sebelum bangun untuk sama-sama bersimpuh sujud
.
Doa-doanya mengalir deras untukmu, tangannya sibuk untuk membuatmu lebih lega, sementara senyumnya ada selalu untuk meruntuhkan segala penat yang membebanimu
.
Dia yang menenangkanmu, dia yang menaati Allah. Sebab dia enggan bermaksiat pada Allah, maka dia melayanimu dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, agar berbagi surga
9 Des 2021
Kebanyakan manusia
Bila kita merujuk kepada Al-Qur’anul Karim, maka kita akan dapati bahwa keadaan ….. mayoritas/ “KEBANYAKAN umat manusia” adalah:
————————–——————–
1. Tidak beriman
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi mayoritas/kebanyakan manusia tidak beriman.” (Hud: 17)
—————-
2. Tidak bersyukur
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi mayoritas manusia tidak bersyukur.” (al-Baqarah: 243)
3. Benci kepada kebenaran
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kalian, tetapi mayoritas dari kalian membenci kebenaran itu.” (az-Zukhruf: 78)
4. Fasiq (keluar dari ketaatan)
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Dan sesungguhnya mayoritas manusia adalah orang-orang yang fasiq.” (al-Maidah: 49)
5. Lalai dari ayat-ayat Allah
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Dan sesungguhnya mayoritas dari manusia benar-benar lalai dari ayat-ayat Kami.” (Yunus: 92)
6. Menyesatkan orang lain dengan hawa nafsu mereka
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Sesungguhnya mayoritas (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa ilmu.” (al-An’am: 119)
7. Tidak mengetahui agama yang lurus
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Itulah agama yang lurus, tetapi mayoritas manusia tidak mengetahui.” (Yusuf: 40)
8. Mengikuti persangkaan belaka
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Mereka (mayoritas manusia) tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (al-An’am: 116)
9. Penghuni Jahannam
Allah ‘Azza wa jalla berfirman:
“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi Jahannam mayoritas dari jin dan manusia.” (al-A’raf: 179)
Mengapa Golongan Orang-Orang Shalih
Disetiap Zaman Termasuk Golongan Minoritas A. Hanya Orang-Orang Yang Terpilih yang Mampu Bertahan dalam Keistiqamahan
B. Manusia Condong kepada Hal Zahir(dunia)
dan Terlena pada Hal Gaib (Akhirat)
C. Jalan kebatilan Banyak, Tetapi Jalan Kebenaran Satu
D. Golongan Mulia, Golongan Limited Edition
Bergembiralah Wahai Golongan Minoritas Shalih
A. Jangan Pedulikan Omongan Orang Lain
yang "Menyerang"
B. Fokuslah Pada Hal-Hal Positif
C. Bersikap Terbuka Pada Orang Lain, Tetapi Jangan Dikendalikan Mereka
D. Ada yang Tidak Senang, Itu Pasti E. Dunia Hanya Panggung Sandiwara
22 Okt 2021
Adversity Quotient
ISLAM DAN ADVERSITY QUOTIENT
