Dia Yang Menenangkan

Written by: Ustadz Felix siaw

.
Yang menenangkan itu yang dicari, dan itu beda dengan yang hanya buat bergairah. Kita bisa digairahkan dengan wajah atau bentuk badan, tapi ketenangan bukan itu
.
Ialah rasa nyaman ketika bersamanya, rindu ketika berpisah dengannya. Tenteram ketika engkau pulang kerumah, percaya saat engkau meninggalkan dirinya
.
Tenang itulah sakinah, tidak meledak-ledak, tidak pula terburu-buru sebagaimana digambarkan di layar kaca. Dan sakinah itu pemberian Allah bagi sesiapa yang dia kehendaki
.
Menyemangati layaknya siang, menyelimuti layaknya malam. Mencukupi saat kurang, mengingatkan saat lebih. Pelipur saat duka dan kawan yang bisa diajak bersenang
.
Senantiasa berada di jalan dakwah, dan itu yang terpenting baginya. Maka kepentingannya padamu juga pada dakwah. Tak risau dengan kepunyaan tetangga yang baru
.
Sisa hari setelah berdakwah ia terima, disempurnakan dengan obrolan-obrolan seputar dakwah, dakwah dan dakwah tanpa henti, sebelum bangun untuk sama-sama bersimpuh sujud
.
Doa-doanya mengalir deras untukmu, tangannya sibuk untuk membuatmu lebih lega, sementara senyumnya ada selalu untuk meruntuhkan segala penat yang membebanimu
.
Dia yang menenangkanmu, dia yang menaati Allah. Sebab dia enggan bermaksiat pada Allah, maka dia melayanimu dengan sepenuh hati, sepenuh jiwa, agar berbagi surga

Komentar

Postingan populer dari blog ini

LAPORAN HASIL PENELITIAN GEOGRAFI Pencemaran air sungai

Sacrifice Is an Expression of Love. Victimhood Is When Sacrifice Becomes Your Identity

Karakter yang Harus Kita Miliki Sebagai Muslim (Bagian 1)  |