Postingan

 MENJEMPUT TAKDIR TERBAIK ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀ Bicara tentang takdir.. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Benar benar tidak ada yang terjadi secara kebetulan.. Semua telah tertulis dengan skenario terbaik oleh Sang Pembuat Skenario terhebat. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Jika kita menganggap ada takdir yang baik dan yang buruk.. Ketahuilah, itulah takdir baik dan buruk yang hanya ada dalam anggapan kita dan apa yang kita rasakan.. ⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Karena Allah itu Maha Baik.. Tidak mungkin mendzalimi hamba-Nya kecuali jika hamba-Nya mendzalimi dirinya sendiri. -----⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Semua takdir Allah adalah takdir terbaik kawan..  Suka maupun duka yang kita rasakan tetap yakini ini adalah takdir terbaik yang Allah kehendaki atas diri kita.. ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ Mari, jemput takdir takdir terbaik di setiap helaan nafas yang tersisa.. 

It's okay

 Pena yang menulis segala ketetapan sudah mengering tintanya sejak lama. Lembaran buku ketetapan sudahditutup rapat. Segala hal yang terjadi di dunia ini sudah tertulis sejak lama. Baik, buruk, sedih, tawa, suka dan duka. Semua sudah ditetapkan oleh Dia Yang Maha Kuasa. Tak perlu bersedih atas kematian yang kian hari semakin dekat, kegagalan, kerugian dalam berbisnis, kehilangan hal yang dicintai. Dia Yang Pencipta pasti tau apa yang terbaik untuk kita. Boleh jadi apa yang menurutmu indah, belum tentu yang terbaik. Pun yang terlihat tak menarik malah itulah yang terbaik Tak perlu sedih atas apa yang menimpa dirimu di masa lalu. Berdamailah dengannya. Ia merupakan bagian dari kehidupan di dunia ini. Masa lalu telah tenggelam seperti matahari di sore hari. Ia sudah terbang bagaikan butiran debu. Tak perlu lagi menangisinya, tak perlu lagi meratapi, dan merenung meratapi kepergiannya. Karena sekuat apapun tangisan yang ditunjukkan, tak akan dapat membuatnya datang menjemput kita untuk...

Alasan untuk selalu tersenyum

 Tersenyumlah Sudah menjadi sifat manusia, saat dia ditimpakan sebuah cobaan dan ujian yang berat, dia lupa untuk tersenyum. Selalu saja dia menempatkan dirinya di dalam dimensi yang larut akan kesedihan. Sedih merupakan hal yang sangat wajar, namun jika berlebihan hanya akan membuat diri kita semakin merasa bahwa dunia ini tak sedikitpun memberikan ruang kebahagiaan untuk kita. Perlahan kita mulai merasa hidup ini tidak adil, atau bahkan sampai ke titik prasangka bahwa Allah itu tidak adil. Seolah lupa bahwa hidup di dunia ini merupakan tempatnya manusia diuji. Selama hayat masih dikandung badan, selama nafas masih berhembus, selama itulah cobaan dan ujian datang silih berganti. Berat itu sudah pasti. Mungkin saja sedikit terbesit dalam pikiran untuk mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri. jika dia tidak memiliki iman yang kokoh dan sekuat baja. Oleh karena itu, tersenyumlah walau dunia ini terasa berat. Karena jarak antara dirimu dan kematian sangatlah dekat, setelah itu kamu ti...

 Dia Yang Menenangkan

Written by: Ustadz Felix siaw . Yang menenangkan itu yang dicari, dan itu beda dengan yang hanya buat bergairah. Kita bisa digairahkan dengan wajah atau bentuk badan, tapi ketenangan bukan itu . Ialah rasa nyaman ketika bersamanya, rindu ketika berpisah dengannya. Tenteram ketika engkau pulang kerumah, percaya saat engkau meninggalkan dirinya . Tenang itulah sakinah, tidak meledak-ledak, tidak pula terburu-buru sebagaimana digambarkan di layar kaca. Dan sakinah itu pemberian Allah bagi sesiapa yang dia kehendaki . Menyemangati layaknya siang, menyelimuti layaknya malam. Mencukupi saat kurang, mengingatkan saat lebih. Pelipur saat duka dan kawan yang bisa diajak bersenang . Senantiasa berada di jalan dakwah, dan itu yang terpenting baginya. Maka kepentingannya padamu juga pada dakwah. Tak risau dengan kepunyaan tetangga yang baru . Sisa hari setelah berdakwah ia terima, disempurnakan dengan obrolan-obrolan seputar dakwah, dakwah dan dakwah tanpa henti, sebelum bangun untuk sama-sama ber...

Kebanyakan manusia

 Bila kita merujuk kepada Al-Qur’anul Karim, maka kita akan dapati bahwa keadaan ….. mayoritas/ “KEBANYAKAN umat manusia” adalah: ————————–——————– 1. Tidak beriman Allah ‘Azza wa jalla berfirman: “Sesungguhnya (Al-Qur’an) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi mayoritas/kebanyakan manusia tidak beriman.” (Hud: 17) —————- 2. Tidak bersyukur Allah ‘Azza wa jalla berfirman: “Sesungguhnya Allah mempunyai karunia terhadap manusia, tetapi mayoritas manusia tidak bersyukur.” (al-Baqarah: 243) 3. Benci kepada kebenaran Allah ‘Azza wa jalla berfirman: “Sesungguhnya Kami benar-benar telah membawa kebenaran kepada kalian, tetapi mayoritas dari kalian membenci kebenaran itu.” (az-Zukhruf: 78) 4. Fasiq (keluar dari ketaatan) Allah ‘Azza wa jalla berfirman: “Dan sesungguhnya mayoritas manusia adalah orang-orang yang fasiq.” (al-Maidah: 49) 5. Lalai dari ayat-ayat Allah Allah ‘Azza wa jalla berfirman: “Dan sesungguhnya mayoritas dari manusia benar-benar lalai dari ayat-ayat Kami.” (Yunus: 92) 6. Men...

Adversity Quotient

Gambar
  ISLAM DAN  ADVERSITY QUOTIENT HANNA MARYAMA BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang Kesuksesan merupakan harapan setiap insan. Namun, terdapat tantangan dan rintangan yang mungkin dihadapi dalam rangka mencapai kesuksesan. Banyak faktor-faktor yang menjadi penentu kesuksesan. Dahulu, orang menganggap bahwa tingkat kecerdasan intelektual seseorang menjadi jaminan untuk mencapai kesuksesan. Namun, pandangan ini berubah sejak dikenalnya kecerdasan emosi seseorang. Menurut Goleman, 80% kesuksesan seseorang ditentukan oleh kecerdasan emosinya sedangkan kecerdasan intelektual hanya memiliki pengaruh 20%. Seiring dengan bertambahnya waktu, dikenal istilah kecerdasan-kecerdasan yang lain. Salah satu diantaranya adalah  Adversity Quotient  (AQ). Menurut Paul G. Stoltz, faktor penentu kesuksesan tidak hanya kercerdasan intelektual dan emosional saja. Dengan AQ kita dapat mengubah hambatan menjadi peluang, karena kecerdasan ini merupakan penentu seberapa jauh kita mampu bertahan...